Bawah Tanah Jakarta Ternyata Lebih Semrawut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mulai mengerjakan proyek pembangunan Mass Rapid Transit di Dukuh Atas, Jakarta, (10/10). Proyek MRT tahap I sepanjang 15,7 km ini menelan biaya senilai USD1,5 milar atau sekitar Rp15 trilliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pekerja mulai mengerjakan proyek pembangunan Mass Rapid Transit di Dukuh Atas, Jakarta, (10/10). Proyek MRT tahap I sepanjang 15,7 km ini menelan biaya senilai USD1,5 milar atau sekitar Rp15 trilliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang merendam Jakarta tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan di Jakarta dan sekitarnya serta makin kedapnya tanah akibat makin rimbunnya belantara beton. Di bawah tanah, kondisi Jakarta lebih parah lagi. Gorong-gorong semrawut dan dipenuhi jaringan utilitas yang menghambat laju air.

    Jaringan kabel listrik yang ada di bawah tanah Jakarta panjangnya mencapai 80 ribu kilometer. Panjang kabel itu cukup untuk mengelilingi bumi sebanyak dua kali. Sebagian besar kabel tidak ditanam di kedalaman 1,3 meter. Kondisi makin parah karena kabel-kabel tua belum seluruhnya diganti, sehingga rawan korsleting. Pada 21 Agustus 2013, sebuah ledakan akibat arus pendek pada kabel bawah tanah itu terjadi di Mangga Besar.

    Begitu pula jaringan pipa saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Jaringan pipa distribusi PDAM di bawah tanah Jakarta mencapai 69.261 kilometer ditambah jalur pipa transmisi sepanjang 4.283 kilometer. Bila keduanya dijumlahkan, panjang pipa PDAM Jakarta cukup untuk mengelilingi bumi 1,5 kali.

    Kondisi pipa gas juga tak kalah ruwet. Saat ini pipa gas dari Perusahaan Gas Negara di bawah tanah Jakarta sepanjang 530 kilometer. Masalahnya, 25 persen pipa berada di bawah badan jalan. Akibatnya, pipa rawan bocor, apalagi jika terjadi penurunan tanah seperti kasus yang terjadi di Kelapa Gading dan Cikini pada pertengahan tahun lalu. (Baca selengkapnya di Majalah Tempo).

    TIM TEMPO



    Berita Lain:
    Bagaimana Kondisi Tanah Tol Cipularang KM 72?
    Molor, Perbaikan Tol Cipularang yang Amblas
    Longsor, Jalur Ponorogo-Pacitan Lumpuh 5 Jam
    Perbaikan Tol Cipularang Target Selesai Kamis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.