Banjir Jakarta, Penambahan Waduk Wajib  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan kolam resapan menggunakan teknologi crosswave di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Selama ini upaya pengendalian banjir dilakukan melalui pembangunan waduk dan sumur resapan dengan teknologi standar. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Proyek pembangunan kolam resapan menggunakan teknologi crosswave di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung - Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Selama ini upaya pengendalian banjir dilakukan melalui pembangunan waduk dan sumur resapan dengan teknologi standar. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata air Firdaus Ali mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta membangun sejumlah waduk di Jakarta untuk menangani debit air banjir.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan ada empat waduk baru di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Tiga di antaranya terletak di Pantai Indah Kapuk, Marunda, dan, Rorotan.

    "Penambahan waduk itu wajib hukumnya untuk membantu penanganan banjir. Dengan jumlah dan kondisi waduk yang sekarang (41 waduk), itu tak cukup," ujar Firdaus kepada Tempo, Senin, 27 Januari 2014.

    Firdaus melanjutkan, jumlah waduk yang dibangun harus banyak jangan sedikit. Jika sedikit, perannya tak akan efektif karena hanya bisa menampung jutaan meter kubik air.

    Firdaus mengatakan, saat banjir beberapa hari lalu, jumlah debit air banjir diperkirakan mencapai 3,9 milyar meter kubik. Jika satu waduk, dengan kedalaman 10 meter dan luas 20 hektar, hanya bisa menampung 2 juta meter kubik air, maka dibutuhkan belasan lebih waduk baru untuk membantu yang sudah ada.

    "Dulu rencana Pemprov DKI Jakarta adalah membangun 16 waduk baru. Namun, karena berbagai kendala belum sempat terlaksana. Semoga yang sekarang terlaksana," ujar Firdaus menegaskan.(Baca: Konsep Waduk di Jakarta Utara Istimewa)

    Firdaus menambahkan, penambahan waduk ini juga perlu karena ruang terbuka biru di Jakarta masih sedikit. Berdasarkan data yang ia punya, RTB Jakarta baru 1,9 persen, padahal minimal adalah 5 persen.

    Terakhir, Firdaus mengatakan pembangunan waduk ini harus diikuti dengan perbaikan tanggul-tanggul rusak serta normalisasi kawasan bantaran yang bisa membebani, baik waduk maupun tanggul.

    ISTMAN MP

    Berita Terpopuler
    Cuit Anas Urbaningrum: Demokrat Ganti Ketua Umum
    Survei: Publik Inginkan Koruptor Dihukum Mati
    Jazuli Laporkan Mahfud Md. ke Mabes Polri
    Garap 400 Kasus, Akil Punya Jejaring Pemasaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.