Drainase Buruk, Thamrin-Sudirman Andalkan Pompa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas menyelesaikan proses perbaikan saluran drainase di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/2). ANTARA/Wahyu Putro A

    Sejumlah petugas menyelesaikan proses perbaikan saluran drainase di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/2). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Pemeliharaan Tata Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Djoko Susetyo mengatakan belum semua drainase atau gorong-gorong di jalan protokol Jakarta memiliki kondisi yang ideal.

    "Sebagai contoh, sebagian besar mulut drainase itu terganggu jaringan utilitas. Itu enggak hanya di Sudirman-Thamrin," ujar Djoko saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Januari 2014.

    Mulut drainase yang terhalang jaringan utilitas, kata dia, membuat air lambat masuk. Alhasil, meski bisa mengalirkan banyak air, air tak bisa masuk ke dalam drainase dengan lancar.

    Mulut drainase yang terhalang jaringan utilitas, menurut Djoko, akan semakin susah mengalirkan air bila, misalkan, aliran air itu membawa sampah. Sampah membuat drainase tersumbat.

    "Masalah jaringan utilitas memanjang yang menghalangi mulut drainase ini masih susah ditangani. Masih banyak perusahaan yang bandel," ujar Djoko, yang mengeluhkan kinerja drainase yang jadi tak maksimal.

    Djoko mengatakan mayoritas drainase di Jakarta juga belum terlalu dalam. Drainase di Thamrin, Jakarta Pusat, misalnya, hanya punya ukuran rongga 60 x 80 sentimeter dari ukuran standar terbaru sekitar 1,5 x 1,5 meter. (Baca: Banjir Jakarta Dipicu Sistem Drainase yang Buruk )

    "Di Thamrin itu sudah diturunkan (ukuran drainasenya) karena pembangunan busway. Jalan Letjen Suprapto drainasenya juga cuma 60 sentimeter kedalamannya," katanya. Untuk jalan yang sudah memiliki drainase berukuran besar, Djoko mengatakan hal itu ada di Jalan Matraman.

    Ditanyai apakah drainase yang kurang dalam di jalan protokol berpotensi menyebabkan banjir, Djoko menjawab, iya. Namun, kata dia, untungnya sejumlah jalan protokol, seperti Thamrin, dikelilingi rumah pompa. "Buktinya enggak banjir kemarin."

    Drainase yang tersumbat atau gagal mengalirkan air menjadi salah satu masalah klasik di Jakata. Akibat perawatan yang kurang, drainase tak bekerja maksimal.

    Sejumlah langkah untuk memperbaiki kondisi drainase sudah dilakukan, seperti merencanakan pembagian tempat antara jaringan saluran air dengan jaringan utilitas dan membuat gorong raksasa. Namun, sayangnya, belum ada langkah konkret hingga sekarang.

    ISTMAN M.P.

    Berita Terpopuler
    Rumah Airin Digeledah KPK, Empat Brimob Berjaga 
    Bupati Bogor: Pak Jokowi, Tak Selalu Uang dan Uang
    Soal Banjir Jakarta, Ini 3 Janji Bupati Bogor kepada Jokowi
    Jokowi dan Bupati Bogor Kompak, Ini Hasilnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.