Utilitas Halangi Drainase, Dinas PU Pusing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Perbaikan Jalan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Ilustrasi Perbaikan Jalan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, JakartaKepala Seksi Pemeliharaan Tata Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Djoko Susetyo mengatakan bahwa selain sampah dan kedalaman yang kurang, salah satu penyebab kurang maksimalnya kerja gorong-gorong atau drainase di Jakarta adalah jaringan utilitas. 

    "Jaringan utilitas yang memanjang menghalangi mulut drainase. Air jadi lambat masuknya," ujar Djoko saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Januari 2014. (Baca: Banjir Jakarta Dipicu Sistem Drainase yang Buruk)

    Djoko mengatakan jaringan utilitas seperti pipa gas, kabel PLN, dan kabel telepon seharusnya tak berada di atas drainase. Peraturan mengharuskan jaringan utilitas di bawah drainase atau satu meter di bawah tanah. 

    Untuk lebih rincinya, kata Djoko, kabel atau pipa gas seharusnya berada dua meter di bawah tanah. Kabel PLN 125 sentimeter di bawah tanah, sementara kabel Telkom minimal satu meter di bawah tanah. 

    "Nah, kebanyakan yang ada sekarang, jaringan utilitas itu 30 sentimeter di bawah tanah. Drainase itu, rata-rata kedalamannya 60 sentimeter di bawah tanah," Djoko mengeluh. 

    Ia melanjutkan, tak mudah menangani jaringan utilitas yang mengganggu drainase ini. Alasannya, selain karena jaringan itu kerap dibangun di malam hari sehingga susah diawasi, Dinas PU tak memiliki kemampuan untuk membongkar jaringan utilitas tersebut. 

    "Itu kan yang bangun perusahaan masing-masing. Nah, misalkan nanti kita coba bongkar jaringan Telkom untuk dipindahkan ke bawah dan ternyata salah prosedur, orang-orang jadi marah ke kita. Susah, kan," ujar Djoko kepada Tempo. 

    Meski mengaku susah, Djoko berkata bahwa Dinas PU sudah mulai menyusun desain drainase baru yang bisa diintegrasikan dengan jaringan utilitas. 

    Desain itu nantinya akan terdiri atas beberapa ruas yang memiliki fungsi berbeda-beda. Ada ruas untuk drainase dan ada ruas untuk jaringan utilitas yang sifatnya disewakan ke perusahaan pemilik jaringan utilitas. (Baca: Drainase Buruk, Thamrin-Sudirman Andalkan Pompa)

    "Nah, kapan akan diterapkan, saya belum tahu. Hal ini masih dibahas di Dinas PU. Lagipula kalau jadi, realisasinya bukan bagian saya yang mengurus," ujar Djoko. 



    ISTMAN MP

    Berita Terpopuler:
    Rizal Ramli: SBY Pernah Ngemis ke Saya
    Daftar 14 Kendaraan Adik Ratu Atut yang Disita KPK
    200 Pengacara Bela 'Korban' Somasi SBY
    Geledah Rumah, KPK Sewa Ahli Kunci Gembok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.