Curah Hujan di Jakarta Hari Ini Normal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bibit Badai Australia Penyebab Curah Hujan Tinggi

    Bibit Badai Australia Penyebab Curah Hujan Tinggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo mengatakan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya hari ini relatif normal. Meski diprediksi hujan, hujan masih berada dalam situasi yang tidak mengkhawatirkan. “Kemungkinan hujan ringan hingga sedang,” katanya saat dihubungi, Kamis, 30 Januari 2014.

    Mulyono mengatakan hujan di Jakarta hari ini diperkirakan akan lebih terkonsentrasi di wilayah utara. Pembentukan awan di kawasan tersebut jauh lebih tinggi ketimbang wilayah lainnya. Hanya dia mengatakan konsentrasi awan itu diprediksi tidak akan sampai menimbulkan hujan lebat.

    Selain kawasan utara, dia menyatakan konsentrasi pembentukan awan yang cukup tinggi juga terjadi di kawasan timur Jakarta. Diperkirakan hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di kawasan Bekasi dan Karawang, dan terus memanjang hingga Indramayu atau wilayah Pantura.

    Adapun untuk Jakarta, Mulyono menyatakan curah hujan yang turun hanya bersifat hujan lokal, tapi akan turun secara merata. Hujan diperkirakan akan turun tapi dalam intensitas ringan.

    Menurut Mulyono, banjir besar yang mengancam Jakarta diperkirakan berkurang pada hari ini. Sebab, di kawasan selatan Jakarta yang menjadi wilayah hulu tidak terdapat konsentrasi awan. Artinya, ancaman banjir yang lebih besar diperkirakan tidak akan benar-benar terjadi. “Jadi ancaman banjir besar itu sedikit berkurang, hanya masyarakat harus tetap waspada,” ujar dia.

    DIMAS SIREGAR



    Baca juga:

    Banjir Bekasi, Kompleks Dosen IKIP Tenggelam
    Katulampa 230 cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi ini 
    Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang 
    Banjir, Cawang-Pancoran Macet Total


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.