Banjir Kiriman, Jokowi: Waduk Pluit Harus Disedot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian Waduk Pluit yang telah dibersihkan dari rumah-rumah penduduk (16/1). Normalisasi Waduk Pluit cukup memberi dampak sehingga meskipun curah hujan tinggi, ketinggian air masih normal. TEMPO/Subekti

    Sebagian Waduk Pluit yang telah dibersihkan dari rumah-rumah penduduk (16/1). Normalisasi Waduk Pluit cukup memberi dampak sehingga meskipun curah hujan tinggi, ketinggian air masih normal. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum memompa air dari Waduk Pluit, Jakarta Utara, ke Teluk Jakarta, Kamis pagi, 30 Januari 2014. Tujuannya agar debit air di waduk berkurang dan siap menampung air kiriman dari Bogor.

    "Tadi saya cek ketinggian air di Waduk Pluit sekarang masih -160 sentimeter. Mudah-mudahan aman," kata Jokowi saat mencoba menggunakan bus Transjakarta Pinang Ranti-Pluit yang baru dioperasikan hari ini.

    Perintah mengosongkan Waduk Pluit itu dia instruksikan sejak pagi, menyusul status siaga 1 di Katulampa, Bogor, pada Kamis dinihari. Ketinggian air di sana bahkan sempat mencapai angka 230 sentimeter. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan banjir sebelumnya ketika ketinggian air di Katulampa mencapai 180 sentimeter.

    Dia berharap dikosongkannya Waduk Pluit bisa menampung air limpahan dari hulu Sungai Ciliwung. Dengan begitu bisa meminimalkan banjir yang terjadi di Jakarta.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Terpopuler:
    Ibas Takut Komentari Anas Urbaningrum
    PDIP: Wali Kota Risma Tak Boleh Mundur 
    Banjir di Jakarta Hari Ini Diperkirakan Jam 8-10
    Katulampa 230 Cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi Ini
    Anas Simpan Aset Rp 2 Triliun di Singapura?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.