Vihara Amurva Bhumi Sambut Imlek Setelah Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Vihara Amurva Bhumi yang terendam banjir dikawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu (29/1). Banjir setinggi 1 meter tersebut diakibatkan meluapnya kali Krukut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Suasana Vihara Amurva Bhumi yang terendam banjir dikawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu (29/1). Banjir setinggi 1 meter tersebut diakibatkan meluapnya kali Krukut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Vihara Amurva Bhumi di Jalan Satrio Raya Nomor 2, Kuningan, Jakarta Selatan, mempersiapkan perayaan tahun baru Imlek 2565 yang akan dilangsungkan mulai Kamis malam, 30 Januari 2013. 

    Vihara yang berusia ratusan tahun dan telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya itu bukan hanya mempersiapkan diri, tetapi juga berbenah setelah dihantam banjir sejak Rabu siang. Sungai Krukut yang melintas di samping vihara meluap.

    Meski banjir cukup besar dengan ketinggian hingga 1 meter, tidak ada kerugian berarti. Pendiri vihara, Tan Hong Hui, menyatakan tidak ada kepanikan saat banjir melanda meski memang banjir tidak rutin terjadi setiap tahun atau musim hujan.

    "Enjoy saya-lah. Namanya alam berkehendak," kata Tan kepada Tempo di Vihara Amurva Bhumi, Kamis, 30 Januari 2014. Pada pukul 10.00 WIB, beberapa orang tengah membersihkan sisa lumpur yang di jalan akses menuju vihara, halaman vihara, serta teras tempat sembahyang.

    "Lumpur di halaman dan jalan masuk memang cukup tebal, tapi tidak sampai masuk ruang sembahyang," ujar Tan. Menurut Tan, saat banjir datang, beberapa barang sudah sempat diselamatkan dari tempat sembahyang ke sekretariat vihara dengan lokasi yang lebih tinggi dari tempat sembahyang.

    "Seperti patung bodhi yang harus kami selamatkan terlebih dahulu," ujar Tan. Terlihat satu kotak plastik yang menampung beberapa paket dupa serta buku doa yang basah. "Itu tidak sempat terselamatkan dari ruang sembahyang," kata Tan. Banjir mulai surut sejak Rabu malam dan benar-benar surut pada Kamis pagi.

    Ditemui dalam kesempatan yang sama, petugas patroli dari Kepolisian Sektor Setiabudi, Dwi Santoso, mengatakan, dari pantauannya hingga siang hari ini, suasana sangat kondusif dan terkontrol. "Biasanya baru akan datang pengunjung mulai pukul 17.00 nanti," kata Dwi.

    Polsek Setiabudi akan mengerahkan hingga 100 tenaga patroli untuk mengamankan perayaan Imlek di vihara tersebut.

    ISMI DAMAYANTI

    Berita lain
    OCD Deddy Corbuzier, Tak Semua Orang Bisa
    Inilah 10 Besar Finalis Puteri Indonesia 2014 
    Lima Besar Finalis Puteri Indonesia 2014 
    Makanan Berlemak, Hidung Menjadi Penentunya
    Elvira Devinamira Jawara Puteri Indonesia 2014
    Tradisi Unik Perayaan Imlek


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.