Proyek MRT, Malam Ini Lajur Jalan Thamrin Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung sedang mencoba fasilitas  miniatur Mass Rapid Transit (MRT)  dalam acara MRT Mall Road Showdi Plaza Blok M , Jakarta selatan, Kamis 29 Desember 2011. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung sedang mencoba fasilitas miniatur Mass Rapid Transit (MRT) dalam acara MRT Mall Road Showdi Plaza Blok M , Jakarta selatan, Kamis 29 Desember 2011. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -- Pembangunan jalur mass Rapid Transit di Jakarta sudah berlangsung sejak Oktober 2013. Persiapan untuk membangun rel dan stasiun bawah tanah bisa terlihat dari adanya sejumlah titik di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Sudirman yang ditutup dengan papan proyek PT MRT Jakarta. 

    Pada akhir Januari 2014 ini, PT MRT Jakarta dan konsorsium kontraktor akan mulai menutup satu lajur di jalur transisi Jalan Sisingamangaraja di dekat Patung Pemuda, Senayan. Selain itu, satu lajur Jalan Thamrin di depan Kedutaan Besar Jepang juga akan ditutup. Kelak, kedua lokasi itu bakal menjadi stasiun bawah tanah MRT.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan penutupan satu lajur jalan itu akan berlangsung empat tahun, selama pembangunan MRT. "Di titik itu tidak mungkin disiapkan jalur pengganti karena lebar jalan dan trotoar yang lebih sempit dibandingkan lokasi lain," ujar Dono dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada Kamis, 30 Januari 2013.

    Jalan transisi di Sisingamangaraja hanya memiliki lebar 34 meter, sementara Jalan di depan Kedutaan Besar Jepang hanya 43 meter. Padahal, titik pembangunan stasiun lain yang berada di jalan Sudirman selebar 50 meter. "Persiapan penutupan satu jalur di Depan Kedubes Jepang akan dilakukan malam ini dengan memasang pagar, sementara Sisingamangaraja akan ditutup mulai April," ujar Dono.

    Penyempitan jalan juga bakal terjadi di empat titik lainnya, yaitu di lokasi Stasiun Senayan di depan Ratu Plaza, Stasiun Istora di depan pintu masuk istora Senayan, Stasiun Bendungan Hilir, dan Stasiun Setiabudi. Bedanya, jumlah lajur kendaraan di sana akan tetap dipertahankan, tak akan berkurang.

    Di lokasi-lokasi pembangunan stasiun lainnya, PT MRT Jakarta sudah menyiapkan jalur pengganti agar jumlah lajur jalan bisa dipertahankan meskipun sebagian jalan ditutup. Caranya dengan mengupas jalur hijau dan mengaspalnya sebagai pengganti jalan. Sebagian trotoar juga akan ikut dikupas dan diratakan menjadi jalan.

    Jumlah lajur yang berkurang akan berada di sisi barat, yaitu, jalur yang mengarah ke Monas. Alasannya, arus lalu lintas di sisi barat relatif lebih lengang dibandingkan dengan jalan di sisi timur.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita lain
    Akil Merasa Dilangkahi, Gugatan Khofifah Kalah
    Kubu Akil Sebut MK Menangkan Gugatan Khofifah  
    Kasus Gele P-16, Akil Pernah Menolak Diperiksa BNN  
    Akil Mochtar Jalani Tiga Sidang Sekaligus Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?