Lewat Jalan Layang Nontol, Motor Ditindak Tegas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memberhentikan seprang pengendara sepeda motor saat razia pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang, Casablanca, Jakarta, (28/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Polisi memberhentikan seprang pengendara sepeda motor saat razia pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang, Casablanca, Jakarta, (28/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hindarsono, mengatakan pihaknya akan menindak tegas pengendara sepeda motor yang nekat melintasi jalan layang nontol Tanah Abang-Kampung Melayu.

    Menurut Hindarsono, Direktorat telah menindak 1.224 sepeda motor roda dua. "Jumlah itu didapat hanya dalam waktu tiga hari," kata Hindarsono, saat dihubungi, Jumat, 31 Januari 2014.

    Polisi memang telah melakukan razia yang digelar pada 28-30 Januari 2014. Sehari sebelumnya, sebuah kecelakan sepeda motor terjadi di jalan layang nontol Tanah Abang-Kampung Melayu.

    Hindarsono mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi soal penghalauan pengendara sepeda motor di permulaan jalan layang. Sosialisasi ini akan dilakukan selama beberapa pekan mendatang.

    Selain berjaga, polisi juga telah memasang rambu larangan melintas bagi sepeda motor dan petunjuk di ujung jalan layang. Hindarsono berharap cara ini dapat mengurangi jumlah pelanggaran di jalan tersebut. "Semoga cara ini dapat mengurangi jumlah pelanggarannya," katanya.

    LINDA HAIRANI


    Berita terpopuler
    KPK Tangkap Buron Anggoro 'Cicak-Buaya'?
    Jadi Saksi, Akil Mochtar Gertak Pengacara
    Aib Dibuka Mantan Kawan, Farhat Abbas Membalas
    Farhat Abbas Minta Nia Mengingat Jasanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.