PD Pasar Jaya Tersendat Bangun Rusun Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memperhatikan pemukiman yang terendam banjir di Kawasan Kalibata, Jakarta, (30/1). Sejumlah daerah di Jakarta kembali terendam banjir karena curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga memperhatikan pemukiman yang terendam banjir di Kawasan Kalibata, Jakarta, (30/1). Sejumlah daerah di Jakarta kembali terendam banjir karena curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis membenarkan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput masih terkendala masalah lahan. Proses serah terima aset PD Pasar Jaya ke Pemprov DKI Jakarta sampai saat ini masih berlangsung. Jadi, pembangunan rusun memang belum bisa dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat. (Baca: Kemenpera Tunda Bangun Rusun Korban Banjir)

    "Aset itu harus dikembalikan dulu ke Pemprov DKI, sudah diproses sejak 2013 lalu, mudah-mudahan terealisasi tahun ini," kata Djangga ketika dihubungi pada Sabtu, 1 Februari 2014.

    Kerjasama pembangunan rusun memang dilakukan antara Kemenpera dengan Pemprov DKI Jakarta. Itulah sebabnya, lahan Pasar Rumput harus diserahkan dulu kepada Pemprov. "Tapi nantis setelah rusunnya jadi, aset berupa pasar dan rumah susun itu akan diserahkan lagi untuk dikelola PD Pasar Jaya," kata Djangga.

    Selama proses pembangunan, Kemenpera wajib membangun pasar sementara untuk menampung pedagang Pasar Rumput. Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz mengatakan, rusun tersebut rencananya dibangun di atas tanah milik PD Pasar Jaya, yakni di Pasar Rumput dan Pasar Minggu. "Dia harus hibahkan dulu kepada Pemda," kata Djan saat berkunjung ke Kantor Tempo, Kamis, 30 Januari 2014.

    Selama PD Pasar Jaya belum menghibahkan tanah tersebut, Kementerian tak bisa membangun. Duit juga tak bisa cair. Hitung-hitungan Djan, pembangunan rusun tersebut bakal memakan dana sekitar Rp 1,5 triliun.

    Menurut Djan, rancangan untuk kedua rusun tersebut sudah rampung sejak 2012, ketika banjir bandang melanda Ibukota. Konsepnya mencontoh rusun di Budapest. "Jadi, bawahnya tetap kami buat pasar-pasar, atasnya rumah lengkap dengan sarana dan prasarana," kata dia.

    Rusun tersebut juga akan dilengkapi ruang terbuka hijau, sekolah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga balai warga. "Kami bikin tetap ada (tempat untuk) warga berinteraksi," ucapnya.

    ANGGRITA DESYANI | MARTHA THERTINA

    Terpopuler:

    Murry Koes Plus Meninggal  

    Habibie Beberkan Petinggi ICMI yang Jadi Capres

    Akun Yahoo! Diretas, Begini Cara Proteksinya

    Murry Wafat Koes Plus Tersisa Yon dan Yok Koeswoyo

    Semua Boleh Pakai Foto Gus Dur, Kecuali Partai Ini

    Penjualan Tablet Melonjak

    Jokowi 'Corat-coret' Direksi PT Transjakarta

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.