Curah Hujan di Jakarta Dipengaruhi Badai Edna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). TEMPO/Fahmi Ali

    Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO , Jakarta:-Kepala Sub Bidang Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Harry Tirto Djatmiko mengatakan bahwa curah hujan di jabodetabek tidak dipengaruhi oleh keberadaan badai tropis di Philipina melainkan dipengaruhi oleh kondisi tekanan udara di Australia

    "Kajiki itu lebih berpengaruh ke ketinggian gelombang di utara Indonesia. Kalau hujan di jabodetabek, itu dipengaruhi oleh daerah-daerah tekanan rendah di sekitar Australia," ujar Harry ketika dihubungi Tempo, Sabtu,1 Februari 2014.

    Selain dipengaruhi oleh daerah tekanan rendah, Harry menambahkan bahwa curah hujan di Jakarta juga dipengaruhi oleh keberadaan badai tropis Edna.

    Badai tropis Edna tumbuh sejak awal Januari kemarin. Letaknya, berada di perairan Australia di bagian timur.

    Harry berkata, kombinasi antara daerah tekanan rendah dengan badai tropis Edna di Australia menarik massa uap air ke bagian selatan Indonesia. Adapun massa uap air itu membentuk daerah pertemuan di sebelah barat Samudera Hindia, sekitar Sumatera Selatan, hingga ke Nusa Tenggara Timur.

    "Itulah kenapa daerah jabodetabek masih akan menerima hujan. Untuk intensitas curah hujannya, itu variatif dan sporadis," ujar Harry melengakapi.

    Ditanyai apakah intensitas hujan yang variatif itu lebih ke arah curah hujan tinggi atau rendah, Harry berkata bahwa hujan tidak akan turun sebanyak pekan-pekan sebelumnya.

    "Hujannya akan tidak merata dan sebentar-sebentar meskipun masih tergolong lebat. Kalau pekan-pekan sebelumnya, hujannya kan lama,"ujar Harry menjelaskan.

    Ditanyai lebih lanjut kenapa hujan tak akan terjadi sesering awal hingga pertengahan Januari lalu, ia berkata karena massa uap air perlahan ditarik ke arah Australia.

    "Kalau tidak ada badai di Australia, justru massa uap airnya akan lebih lama berkumpul di kawasan Indonesia," ujar Harry mengakhiri.

    Berdasarkan prospek cuaca tiga harian dari BMKG, ditunjukkan bahwa hujan akan turun dengan lebat di Banten, Jabodetabek, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian tengah dan timur, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Timur bagian selatan dan timur.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.