Pesisir Tenggelam, Warga Minta Kali CBL Dikeruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak bermain di desanya yang terendam Banjir di kampung Wates, Desa Kedaung, Babelan, Bekasi, Jawa Barat (20/1). Sudah 3 hari terahir ratusan rumah di tempat ini terendam banjir dan belum mendapatkan bantuan.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sejumlah anak-anak bermain di desanya yang terendam Banjir di kampung Wates, Desa Kedaung, Babelan, Bekasi, Jawa Barat (20/1). Sudah 3 hari terahir ratusan rumah di tempat ini terendam banjir dan belum mendapatkan bantuan.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bekasi - Haji Naryo pusing tujuh keliling. Tokoh masyarakat Desa Buni Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, itu termangu-mangu menatapi ratusan hektare persawahan di belakang rumahnya yang masih menyerupai rawa.

    “Waktu banjir 13 Januari lalu malah seperti lautan, air seringgi 1,5 meter,” kata Naryo kepada Tempo, Ahad, 2 Februari 2014. Lelaki berusia 55 tahun itu mengakui setiap musim penghujan, pesisir menjadi langganan banjir tahunan. “Tapi kagak seperti ini,” kata dia.

    Bayangkan, dia mengungkapkan, air yang tinggi tiba-tiba bergerak dari persawahan menuju belakang rumahnya. Air pun masuk ke rumahnya setinggi 25 sentimeter. “Kondisi ini terjadi tahun ini dan tahun lalu,” kata Naryo.

    Saat musim penghujan pada 2002, 2006, dan 2008, banjir hanya menyapa halaman rumahnya. Pergeralan airnya pun dari depan rumah dengan pergerakan yang lamban.

    "Tapi banjir tahun ini malah dari belakang rumah," ujar naryo. Usut-punya usut, rupanya banjir kali ini dan tahun lalu merupakan luapan Kali Canal Bekasi Laut (CBL) di ujung Desa Buni Bakti yang mengarah ke muara kali CBL. (Baca juga: Bekasi kebanjiran akibat daerah resapan menghilang)

    “Air melimpas di tanggul CBL yang rendah dan belum rampung, sehingga airnya berbalik melalui belakang rumah saya,” ujar dia. Selain Desa Buni Bakti, banjir juga menyergap Desa Hurip Jaya, Kedung Pengawas, dan Kedung Jaya. “Penyebabnya, kali CBL yang dibangun pada 1980-an mengalami pendangkalan dan tanggulnya yang rendah,” dia menambahkan.

    “Karena lumpurnya tidak pernah dinormalisasi, ya menimbulkan banjir kayak gini.” Untuk itu, dia berharap kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar segera menormalisasi kali yang airnya bersumber dari Kali Bekasi, Kali Cileungsi, Kali Cikeas, Kali Cikarang, dan kali-kali kecil lainnya. “Tanggulnya juga harus diturap secara permanen,” ujar Naryo.

    ALI ANWAR

    Berita lainnya: 
    Dikarantina, Nasib Monyet Razia Jokowi Tak Jelas
    Polisi Tangkap Pembunuh Feby, Mayat di Bagasi  
    Pemerintah Siapkan 4.800 Rusun untuk Jakarta  
    Curah Hujan di Jakarta Dipengaruhi Badai Edna
    Pemerintah Siapkan 3 Desain Rusun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.