Soal Lahan, Ahok Minta Warga Kampung Pulo Ngalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta warga Kampung Pulo merelakan 20 meter lahan untuk dibangun sheet pile. Dengan merelakan lahan, mantan Bupati Belitung Timur itu menjanjikan kawasan bantaran kali tersebut tidak akan terkena banjir lagi.

    "Masyarakat (Kampung Pulo) ngalahlah ngasih 20 meter lahannya," kata Basuki di Balai Kota, Senin, 3 Februari 2014. Menurut dia, lahan itu akan dibangun sheet pile yang akan menahan aliran air Kali Ciliwung yang akan dibangun pemerintah pusat. (Baca: Ahok: Rp 4 Triliun untuk Bebaskan Lahan di DKI)

    Basuki alias Ahok mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertugas membebaskan lahan di lokasi itu. Kampung Pulo, menurut Ahok, menjadi prioritas lahan untuk segera dibebaskan. "Yang Kampung Duri kalau tak mau enggak apa-apa, nanti lihat saja dulu hasil di Kampung Pulo tahun ini," kata Ahok.

    Jika sheet pile terbangun, kawasan yang terkenal langganan banjir itu kemungkinan tidak akan tergenang lagi. "Sepuluh bulan lagi kan banjir lagi, nanti dilihat mana yang aman dan mana yang tenggelam," katanya.

    Terkait dengan hal tersebut, menurut Ahok, pihaknya sudah menyediakan 400 unit rusun untuk relokasi warga. "Selama pekerjaan, warga direlokasi," kata dia. Pembangunan sheet pile ini merupakan proyek sampingan sambil menunggu proyek sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur selesai. Selain sheet pile, akan disediakan pula pompa di kawasan tersebut.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Terpopuler:
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh  
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Dua Blok Rusun Marunda Terisi Maret Ini
    BMKG : Bogor dan Tangerang Potensi Hujan Deras
    Soal Sodetan Cisadane Picu Sentimen Negatif Jokowi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.