Hilangnya 81 Mayat di TPU Cigaten, 3 Pria Dibekuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan TPU (tempat pemakaman umum) Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dibongkar. TEMPO/Joniansyah

    Warga menyaksikan TPU (tempat pemakaman umum) Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dibongkar. TEMPO/Joniansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian telah menangkap tiga tersangka pembongkaran 81 makam di Taman Pemakaman Umum Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatang Pagedangan, Tangerang. "Ketiganya warga Cihuni," kata Kepala Kepolisian Sektor Pagedangan Komisaris Murodih kepada Tempo, Senin, 3 Februari.

    Ketiga tersangka adalah Sobri, 40 tahun, Irsyad (40), dan Durat alias Bewok (55). Polisi masih memeriksa ketiganya secara intensif. Menurut Murodih, Irsyad dan Durat sudah hampir sepekan ini melakukan penggalian dan pembongkaran makam. Tercatat 81 makam yang sudah dibongkar dan mayatnya juga telah diambil. "Mereka bekerja atas perintah Sobri," katanya.

    Sobri, katanya, ternyata diminta oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris dari keluarga yang dimakamkan di tanah makam tersebut. Puluhan jenazah yang telah berbentuk tulang belulang itu pun dipindahkan ke tempat pemakaman baru yang ada di Cihuni. "Mayat dikubur dengan cara ditumpuk di tempat yang baru," ujar Murodih.

    Sebanyak 81 jenazah kemudian dikubur dalam 13 liang lahat. Untuk satu kuburan, ujar Kapolsek Murodih, bisa berisi 6-7 jenazah. Sampai sekarang belum dapat dipastikan motif dari kasus ini. "Sementara mereka hanya disuruh oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris keluarga yang dimakamkan di TPU tersebut," katanya.

    Karena motif belum jelas, polisi hanya menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 170 KUHP tentang Perusakan Bersama-sama di Muka Umum dengan ancaman 5 tahun penjara. Polisi pun masih memeriksa pihak terkait. Murodih juga mengimbau agar masyarakat yang merasa dirugikan atau kehilangan jenazah dari pembongkaran kuburan itu agar melapor ke Polsek Pagedangan. "Agar kami lebih enak memprosesnya," katanya.

    JONIANSYAH


    Terpopuler:
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh  
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Dua Blok Rusun Marunda Terisi Maret Ini
    BMKG : Bogor dan Tangerang Potensi Hujan Deras
    Soal Sodetan Cisadane Picu Sentimen Negatif Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.