Alasan Edo Bunuh Feby karena Cintanya Ditolak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asido April Parlindungan alias Edo, pelaku pembunuh Feby Lorita, setelah ditangkap di Polres Jakarta Timur, (3/2). Edo mengaku membunuh karena Febi kasar sehingga membuatnya kesal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Asido April Parlindungan alias Edo, pelaku pembunuh Feby Lorita, setelah ditangkap di Polres Jakarta Timur, (3/2). Edo mengaku membunuh karena Febi kasar sehingga membuatnya kesal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Asido April Parlindungan Simangunsong alias Edo, 22 tahun, pembunuh Feby Loreta yang jasadnya ditemukan di dalam bagasi Nissan March March F-1356-KA ditangkap polisi di kampung halamannya di Pematang Siantar, Sumatera Utara. "Tersangka kami bekuk tanpa perlawanan pada Minggu, 2 Februari 2014," kata Kepala Polisi Resor Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Mulyadi kepada wartawan, Senin, 3 Februari 2014.

    Pada Sabtu malam, 1 Februari 2014, polisi membekuk Daniel Hamonangan Simangunsong, 28 tahun, kakak Edo yang membantu membuang jasad Feby. Daniel yang bekerja sebagai sopir mikrolet itu ditangkap di Pondok Gede dan mengaku tahu keberadaan jasad Feby. Baru pada keesokan harinya polisi menangkap Edo di Pematang Siantar. "Ketika ditangkap, Edo juga mengakui perbuatannya."

    Kedua tersangka kini mendekam di Kantor Polisi Resor Jakarta Timur. Kepada wartawan, Edo mengaku membunuh Feby karena kesal. "Lalu saya minta tolong abang saya untuk buang mayatnya, tapi saya bilangnya saya habis menabrak orang, bukan membunuh," kata Edo. Edo merupakan tetangga Feby di Apartemen Comfort, Cibubur. Pria pengangguran ini bekerja sama dengan Feby yang memiliki bisnis rental mobil.

    Pembunuhan Feby dilakukan Edo pada 22 Januari 2014 di rumah kerabat Edo di Perumahan Puri Citayam Permai Blok B Nomor 22, RT 07 RW 022, Bojong Gede, Depok. Pembunuhan dilakukan setelah sebelumnya Edo menyatakan cinta kepada Feby, tapi ditolak mentah-mentah. Keduanya sempat terlibat adu mulut, bahkan Edo menganiaya Feby hingga terluka dan giginya tanggal.

    "Saat polisi mendatangi lokasi pembunuhan, memang ditemukan bercak darah di beberapa tempat," kata Mulyadi. Korban tewas akibat urat nadi di lehernya putus dikoyak pisau. Atas aksi sadisnya itu, Edo dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 351 subsider Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Selain membunuh, tersangka juga terbukti mengambil harta benda korban."

    Adapun kakak Edo, Daniel, dijerat Pasal 365 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP karena dianggap mengetahui dan turut terlibat dalam aksi ini. Daniel terancam dipenjara selama 9 tahun. Polisi juga telah menyita pisau yang digunakan Edo untuk membunuh Feby dan barang bukti lain seperti harta benda korban yang diambil Edo.

    PRAGA UTAMA

    Terpopuler
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus 
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Bhatoegana, Ngeri-ngeri Suap dan Kawat Gigi
    Jokowi dan Risma Diadu oleh PDIP
    Inilah Jadwal Tur Nusantara Timnas U-19
    'Semeton Jokowi' Dideklarasikan di Tabanan 
    Rhoma Tinggalkan RS, Terbang ke Tegal  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.