81 Mayat Hilang dari Makam, Warga Lapor Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan TPU (tempat pemakaman umum) Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dibongkar. TEMPO/Joniansyah

    Warga menyaksikan TPU (tempat pemakaman umum) Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dibongkar. TEMPO/Joniansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polsek Pagedangan, Tangerang, sejak Senin siang hingga sore, 3 Februari 2014, dibanjiri oleh warga yang melapor kehilangan makam anggota keluarga mereka yang dikubur di Tempat Pemakaman Umum Cigaten, Desa Cihuni. "Warga banyak yang lapor terkait pembongkaran dan hilangnya jenazah di makam," ujar Kapolsek Pagedangan Komisaris Murodih kepada Tempo.

    Hingga kini, kata Murodih, sebanyak empat orang secara resmi melaporkan ke Polsek Pagedangan karena makam keluarga mereka tiba tiba dibongkar dan jenazah di dalamnya sudah tidak ada lagi.

    Selain warga yang melapor, banyak juga warga yang datang ke Polsek Pagedangan untuk mengkonfirmasi jika mereka tidak ada kaitannya dengan keterangan tiga tersangka, yang beralasan pembongkaran makam itu karena diminta oleh seorang yang mengaku ahli waris. "Sama sekali tidak ada, dan kami tidak mengenal ahli waris yang dimaksud," kata Saiful, salah seorang warga yang melapor.

    Saiful mengaku lima makam anggota keluarganya, terdiri atas makam kedua orang tua serta makam kakak dan adiknya, sudah terbongkar dan mayatnya sudah tidak ada. "Padahal belum ada pemberitahuan apa-apa, kok main bongkar saja," katanya. Menurut Saiful, pembongkaran makam tersebut sangat tidak manusiawi.

    Sebanyak 81 makam di TPU desa itu sudah dibongkar dan isinya sudah tidak ada. Yang tersisa hanya lubang sedalam 1,5 meter disetiap makam yang sudah dibongkar.

    TPU Cigaten adalah pemakaman umum milik Desa Cihuni yang telah ada sejak zaman Belanda. Di lahan 6.630 meter tersebut masih terdapat ratusan kuburan berbatu nisan. Dua di antaranya ada kuburan berukuran besar yang dibangun dengan keramik dan diberi atap. Sekilas seperti bangunan. Menurut warga, kedua makam yang saling berdekatan itu adalah makam alim ulama yang terkenal di desa pada zaman Belanda.

    TPU Cigaten berada persis dibelakang Cluster Pelican, Perumahan Summarecon Serpong. Jaraknya sekitar 300 meter dari kawasan itu.

    Menurut warg Desa Cihuni, Abidin, jenazah yang makamnya sudah dibongkar itu dipindahkan ke lahan kosong yang jauh dari TPU Cigaten dengan jarak sekitar dua kilometer. Lokasinya masih berada di Desa Cihuni. "Di sana ada 13 makam baru," katanya.

    JONIANSYAH

    Berita Terpopuler
    Colek Keluarga Jokowi-Ahok, Bumerang Ani Yudhoyono  
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh  
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus  
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.