Dua Ribu Warga Kampung Pulo Masih Mengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan perahu buatan dari kayu dan styropom untuk beraktifitas saat terjadi banjir di kawasan Kampung Pulo - Cawang, Jakarta, (21/01). Tempo/Amston Probel

    Warga menggunakan perahu buatan dari kayu dan styropom untuk beraktifitas saat terjadi banjir di kawasan Kampung Pulo - Cawang, Jakarta, (21/01). Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang merendam permukiman warga di bantarakan Kali Ciliwung, tepatnya di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sudah mulai surut. Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengatakan air bercampur lumpur masih menggenangi 43 rukun tetangga di tujuh rukun warga yang ada di Kampung Pulo.

    "Ketinggiannya bervariasi, dari 30 hingga 80 sentimeter," kata Bambang kepada Tempo, Senin, 3 Februari 2014. Ketinggian banjir paling tinggi di RT 03 dan 04 RW 03 yang terletak persis di tepi Kali Ciliwung. "Di RT 03 dan 04 masih tinggi banjirnya, sekitar 1 meter," ujarnya.

    Warga Kampung Pulo yang sebelumnya mengungsi di beberapa posko pengungsian kini mulai kembali ke rumahnya masing-masing. Dari 3.500 warga yang mengungsi, 1.000 warga telah kembali pulang. "Pengungsi masih ada sekitar 2 ribu jiwa di posko pengungsian kantor Suku Dinas Kesehatan dan RS Hermina," ujar Bambang. "Yang mengungsi di tenda yang didirikan di Jalan Jatinegara Barat sekarang tinggal 300 jiwa."

    Berkurangnya pengungsi ini membuat Palang Merah Indonesia (PMI) menghentikan pemberian makanan siap saji untuk para pengungsi. "PMI yang biasanya menyediakan makan malam, mulai hari ini disetop. Tapi bantuan makanan mentah olahan tetap diberikan, jadi masak sendiri," katanya.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler
    Colek Keluarga Jokowi-Ahok, Bumerang Ani Yudhoyono  
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh  
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.