Warga Tagih Utang Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, warga korban banjir di RSUD Budhi Asih di jalan Dewi Sartika, Jakarta, (21/1). Kedatangan Jokowi tersebut selain melihat kondisi para korban dan juga memastikan program KJS berjalan dengan semestinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, warga korban banjir di RSUD Budhi Asih di jalan Dewi Sartika, Jakarta, (21/1). Kedatangan Jokowi tersebut selain melihat kondisi para korban dan juga memastikan program KJS berjalan dengan semestinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menerima keluhan warga saat meninjau pembangunan kampung deret di Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ping Ping, 32 tahun, warga RT 03 RW 02, memprotes pencairan dana yang belum tuntas.

    "Dana (tahap) ketiga kapan keluarnya, ya, Pak?" tanya Ping Ping, Senin, 3 Februari 2014. Jokowi menjawab singkat sambil menoleh ke petugas kelurahan yang berdiri di sebelahnya, "Enggak ngerti, nanti saya tanyakan."

    Ping Ping belum puas. "Paling lama kapan, Pak? Soalnya pembangunan tertunda," ujar perempuan itu. Jokowi pun menjanjikan dana turun akhir bulan. Tapi Ping Ping menyahut lagi. "Akhir bulan tapi dananya enggak keluar, kan, kami yang macet. Kalau bisa secepatnya, ya, Pak." Jokowi menjawab lagi, "Nanti saya tanya."

    Menurut Ping Ping, dana tahap kedua pembangunan rumahnya di kampung deret seharusnya cair pada 15 Januari 2014. Akibat pencairan yang telat, dia mengaku terpaksa menalangi biaya rumah tersebut dengan menggunakan uang pribadinya. "Rumah saya udah jadi 90 persen tapi pakai dana pribadi."

    Jokowi sempat membantah pembangunan rumah tertunda. Menurut dia, ada mekanisme kontrol yang membuat pengucuran dana mesti hati-hati. "Itu kan mekanisme controlling. Kalau belum memungkinkan dikucurkan tapi dikucurkan, ya, bablas nanti."

    Adapun kampung deret di Tambora terdiri atas 42 rumah. Jokowi menyebutkan warga Jakarta bisa mengajukan permohonan pembangunan kampung deret jika melihat kompleks tempat tinggalnya tidak tertata dan kumuh. Permohonan itu disampaikan ke rukun tetangga yang akan meneruskannya ke lurah dan Dinas Perumahan DKI Jakarta. Syaratnya, tanah tidak berstatus sengketa, keadaan rumah tidak layak, dan penghasilan penghuni memang minim.

    ATMI PERTIWI

    Terpopuler
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus 
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Bhatoegana, Ngeri-ngeri Suap dan Kawat Gigi
    Jokowi dan Risma Diadu oleh PDIP
    Inilah Jadwal Tur Nusantara Timnas U-19
    'Semeton Jokowi' Dideklarasikan di Tabanan 
    Rhoma Tinggalkan RS, Terbang ke Tegal  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.