Diancam, Pengungsi Kampung Pulo Baru Mau Makan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat mengatur warga korban banjir yang menaiki perahu evakuasi Tim SAR Kostrad di Kampung Pulo, Jakarta (30/1). TEMPO/Subekti.

    Petugas saat mengatur warga korban banjir yang menaiki perahu evakuasi Tim SAR Kostrad di Kampung Pulo, Jakarta (30/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak banjir mulai menggenangi Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 12 Januari 2014 lalu, para pengungsi tinggal di posko pengungsian yang tersebar di beberapa titik. Meski bantuan terus mengalir, tapi berbagai keluhan mulai bermunculan.

    "Banyak pengungsi mengeluh bosan makan dengan menu itu-itu saja," kata Eddy Patinama, koordinator posko pengungsi Kampung Pulo di kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Senin, 3 Februari 2014.

    Keluhan semacam itu, menurut Eddy, wajar karena pengungsi sudah terlalu lama tinggal dan praktis tidak dapat beraktivitas normal. "Mulai masuk Minggu kedua, sudah banyak pengungsi yang bilang bosan dengan menu makanan bantuan," ujarnya. Memang, kata dia, selain mi instan, ransum makanan yang datang dari donatur ataupun pemerintah menunya sederhana. "Ya, paling tempe, sayur. Kalau daging, jarang."

    Eddy pun terpaksa bersikap tegas menghadapi pengungsi yang menolak makan makanan bantuan. "Saya bilang, 'Ya sudah, kalau tidak mau tidak apa-apa, beli saja sendiri.'" Namun karena para pengungsi tidak membawa banyak uang, akhirnya mereka terpaksa makan makanan bantuan. "Saya juga bilang kalau menolak, nanti tidak dapat bantuan sampai banjir beres." Dengan sikap tegas itu, pengungsi pun menurut dan mau memakan makanan bantuan.

    PRAGA UTAMA

    Berita Terpopuler
    Colek Keluarga Jokowi-Ahok, Bumerang Ani Yudhoyono  
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh  
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.