Pengungsi Banjir Kampung Pulo Butuh Modal Usaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang-barang korban banjir yang dipenuhi lumpur sisa banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Minggu (20/1). Warga mulai meninggalkan lokasi pengungsian untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur sisa banjir. TEMPO/Subekti

    Barang-barang korban banjir yang dipenuhi lumpur sisa banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Minggu (20/1). Warga mulai meninggalkan lokasi pengungsian untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur sisa banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta - Ali (49) terlihat murung. Warga RT 014, RW 03, Kampung Pulo, Kampung Melayu Jakarta Timur ini baru saja pulang mengecek rumahnya yang pada Senin siang, 3 Februari 2014, masih terendam banjir setinggi pinggangnya.


    Dia mengira air sudah surut karena tetangganya di RT lain memberitahu air tinggal sedengkul. "Tapi pas dilihat di rumah saya air masih sepinggang," tuturnya.


    Sudah tiga pekan, Ali bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil mengungsi di kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Ali mengaku sudah bosan tinggal di pengungsian. "Saya mumet, tiap hari ngecek rumah tapi air masih saja tinggi," ujarnya.


    Tidak hanya jenuh dan lelah tinggal di pengungsian, pria yang sehari-hari berdagang pakaian keliling ini juga mengaku stres karena barang dagangannya rusak terendam banjir. Awalnya, kata Ali waktu banjir mulai menggenangi rumahnya pada 12 Januari silam, dia telah mengamankan pakaian dagangannya ke lantai dua rumahnya.


    "Semua sudah saya simpan di tempat aman." Tapi pekan lalu, banjir justru bertambah tinggi hingga mencapai lantai dua rumahnya. "Saya kira bakal aman nyimpen barang di lantai dua, taunya kerendem juga," dia mengeluh.

    Dia baru mengetahui barang dagangannya rusak pada pagi tadi saat mengecek rumahnya. "Aduh saya jadi tambah bingung, uang sudah habis, nanti kalau banjir surut dan bisa pulang saya mau makan dari mana," katanya. "Padahal kalau dagangan tidak rusak saya bisa langsung jualan lagi buat menyambung hidup."


    Dia dan istrinya pun hanya bisa meratapi musibah ini. Tak hanya dagangan yang rusak, perabotan di rumahnya pun ikut terendam banjir.

    PRAGA UTAMA


    Terpopuler
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus 
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Bhatoegana, Ngeri-ngeri Suap dan Kawat Gigi
    Jokowi dan Risma Diadu oleh PDIP
    Inilah Jadwal Tur Nusantara Timnas U-19
    'Semeton Jokowi' Dideklarasikan di Tabanan 
    Rhoma Tinggalkan RS, Terbang ke Tegal  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.