Pengungsi Korban Banjir Ingin Kembali Berdagang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak digendong oleh bakapknya saat akan mengungsi di kawasan Kampung Pulo, Jakarta, (17/1). Ratusan warga mulai mengungsi karena akan adanya banjir kiriman yang telah ditetapkan ketinggian di Pintu air Katulampa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang anak digendong oleh bakapknya saat akan mengungsi di kawasan Kampung Pulo, Jakarta, (17/1). Ratusan warga mulai mengungsi karena akan adanya banjir kiriman yang telah ditetapkan ketinggian di Pintu air Katulampa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Maman (49), warga Kampung Pulo tengah mencari cara untuk mendapatkan modal usaha. Bersama, Ali, pengungsi korban banjir lainnya, Maman berdiskusi mencari jalan keluar untuk untuk kembali berdagang jika banjir surut.


    "Dagangan saya juga habis, tidak bisa diselamatkan," kata Maman, yang sehari-hari berdagang kelontong bercerita, Senin 3 Februari 2014. Dia harus memutar otak agar bisa kembali berjualan nanti. "Masalahnya karena dagangan rusak, dan saya sudah kehabisan uang, takutnya setelah surut keluarga tidak bisa makan," kata dia.

    Mayoritas warga Kampung Pulo, Ali menjelaskan, merupakan pedagang. Ada yang keliling seperti saya, atau jualan di Pasar Meester. Dia mengatakan, saat ini banyak para pedagang yang mengungsi akibat banjir mulai merasa kebingungan untuk memulai usaha mereka lagi. "Mudah-mudahan nanti ada bantuan pinjaman buat kami, entah dari siapa."


    Kalau perlu, ujarnya, dia akan meminjam ke bank atau pihak lain. "Yang penting kami bisa dagang lagi."


    Selama mengungsi, praktis Ali, Maman dan 700-an pengungsi lain di kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menggantungkan hidup pada bantuan dari donatur. "Alhamdulillah untuk makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lain cukup," kata Maman.

    Tapi mereka tahu tidak selamanya bantuan akan datang. "Mulai pekan lalu sudah terasa bantuan yang datang agak berkurang," ujarnya. Biasanya mie instan atau bahan makanan lain tersedia cukup banyak, namun sekarang mereka harus mengirit karena stok mulai menipis. "Tidak terbayang setelah ini kami harus bagaimana," ujarnya.

    PRAGA UTAMA


    Terpopuler
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh
    Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil
    SBY Minta Pertimbangan DPR Soal Pecat Azlaini Agus 
    Eksekutor Feby Lorita Tertangkap di Siantar
    Bhatoegana, Ngeri-ngeri Suap dan Kawat Gigi
    Jokowi dan Risma Diadu oleh PDIP
    Inilah Jadwal Tur Nusantara Timnas U-19
    'Semeton Jokowi' Dideklarasikan di Tabanan 
    Rhoma Tinggalkan RS, Terbang ke Tegal  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?