Terminal Manggarai Disulap Mirip Bangunan Kolonial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara kendaraan bermotor melintasi terminal Manggarai yang sedang direvitalisasi, di Jakarta, Senin (3/2). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi 15 terminal dengan anggaran total Rp 1,7 triliun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pengendara kendaraan bermotor melintasi terminal Manggarai yang sedang direvitalisasi, di Jakarta, Senin (3/2). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi 15 terminal dengan anggaran total Rp 1,7 triliun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta sedang merevitalisasi Terminal Manggarai, Jakarta Selatan. Konsep Terminal yang ada di dekat pintu air Manggarai ini menggabungkan fungsi pedestrian dan mezzanine alias terminal berlantai susun.


    Menurut pantauan Tempo, bentuk Terminal Manggarai ini seperti bangunan era Kolonial Belanda. Terdiri dari tiga lantai, lantai paling bawah adalah interchange atau penghubung dengan Transjakarta lantai kedua komersial dan paling atas kantor.


    Di lantai kedua ada jembatan penyeberangan orang yang menghubungngkan tiga jalur bus. Mirip di Terminal Blok M, tiap bus ada jalurnya masing-masing. Hanya bedanya jalur di penghubung di Terminal Manggarai ada di atas bukan di bawah tanah. Konsep ini lah yang bernama mezzanine. Penumpang akan disediakan jalur khusus yang tidak menyambung dengan jalan secara langsung.


    Bahkan penumpang yang akan berpindah bus bisa memanfaatkan jembatan penyeberangan ini. Jembatan setinggi sekitar 8 meter ini menggunakan tangga berjalan sebagai aksesnya. Bangunan utama tiga lantai yang didominasi warna putih ini menggunakan lift sebagai akses antar lantai.


    Bentuk bangunannya pun era Kolonial Belanda seperti yang ada di film-film kolosal. Dengan kubah besar dan jendela setengah lingkaran di atapnya. Terminal ini juga mengusung konsep pedestrian. Artinya penumpang bisa saja naik secara langsung ke bus tanpa harus menggunakan akses yang ada. Catatannya masih tetap di dalam jalur.


    Jembatan yang ada di terminal ini tidak hanya menghubungkan antar jalur. Tapi juga bisa digunakan sebagai akses ke ITC Manggarai. Akses bus yang masuk di terminal ini juga diubah. Jika dalam konsep lama bus masuk ke terminal dari arah Stasiun Manggarai, kali ini bus masuk dari arah Pasar Rumput sesuai dengan jalurnya masing-masing.


    Saat ini para pekerja sedang sibuk mengecat bangunan serta memasang tangga berjalan. Beberapa alat berat juga bersiap untuk pengaspalan. Selain itu, beberapa bagian di jembatan penyeberangan juga masih proses pengelasan. "Rencananya pertengahan Februari nanti mulai diresmikan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono. Dia mengatakan pembangunan terminal ini merupakan bagian revitalisasi 13 terminal.


    SYAILENDRA



    Terpopuler
    Inilah Jadwal Tur Nusantara Timnas U-19
    'Semeton Jokowi' Dideklarasikan di Tabanan 
    Rhoma Tinggalkan RS, Terbang ke Tegal  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.