Tangerang Banjir, Warga Kembali Mengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara bermotor menggunakan jasa gerobak untuk melintasi banjir dikawasan Ciledug Indah, Tangerang, (13/1). Tempo/Aditia Noviansyah

    Pengendara bermotor menggunakan jasa gerobak untuk melintasi banjir dikawasan Ciledug Indah, Tangerang, (13/1). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Ratusan Warga Kabupaten Tangerang terpaksa kembali mengungsi di posko pengungsian karena banjir kembali datang merendam rumah mereka.

    Banjir yang datang sejak pukul 01.00 dinihari pada Selasa, 4 Februari 2014, melanda perumahan warga Gelam Jaya Pasar Kemis, Cisereh, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dengan ketinggian air 80 sentimeter hingga 1,5 meter. "Padahal, sudah dua hari ini surut," kata Karno, 48 tahun, Ketua RT 01 Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, kepada Tempo, Selasa, 4 Februari 2014.

    Karno mengatakan sebanyak 30 kepala keluarga yang terdiri dari 90 jiwa di RT itu kembali mengungsi. "Kami sudah bersih-bersih, mengira banjir sudah lewat. Namun, enggak tahunya datang lagi," katanya.

    Menurut Karno, air mulai naik sejak pukul 01.00 dinihari dan hingga pagi ini mencapai 1 meter. Dalam satu bulan terakhir ini, wilayahnya itu sudah empat kali dilanda banjir. "Jadi, sangat melelahkan. Warga kami sudah sangat capek dengan kondisi ini," katanya.

    Banjir di kawasan itu, kata Karno, disebabkan oleh tidak terawatnya Situ Gelam Jaya yang saat ini dipenuhi tanaman air eceng gondok. "Ditambah lagi, Sungai Cirarab juga meluap," katanya.

    Warga korban banjir, kata dia, membutuhkan bantuan seperti beras, mi instan dan telur.

    Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara, mengatakan selain di Desa Gelam Jaya, banjir kembali merendam ratusan rumah penduduk di Villa Tomang Baru, Desa Pasar Kemis, Sepatan dan Perumahan Permata. "Ada 200 KK lebih kembali mengungsi," katanya.

    Sepanjang pagi ini, kata Teteng, ia menerima banyak telepon dari Ketua RT yang wilayahnya menjadi langganan banjir. Seperti di Desa Cisereh dan Cagrek, Tigaraksa, banjir setinggi 1,5 meter kembali mengisolasi dua desa tersebut. "Petugas dengan perahu karet kami operasikan kembali ke titik banjir," kata Teteng.

    JONIANSYAH


    Topik Terhangat
    Sinabung | Gita Wirjawan | Anggoro Dibui | Jokowi | Deddy Corbuzier|

    Berita Terpopuler
    Banyak Aset Adik Atut Atas Nama Airin
    Di Twitter, SBY Salah Ketik Suporter Sriwijaya FC
    Di KPK, Gede Pasek Terus Sindir Demokrat
    Tiga Ambisi Duta Besar AS Baru di Indonesia
    Anas dan Pasek Urus PPI dari Penjara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.