Banjir Lagi, Warga Kebon Baru Khawatirkan Tanggul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di bawah guyuran hujan, warga membersihkan sampah yang terbawa banjir di kawasan Kebon Baru, Jakarta (23/1). Setidaknya 300 ton sampah per hari diangkut Dinas Kebersihan DKI Jakarta dari seluruh sungai atau kali di Jakarta selama banjir yang melanda hampir dua pekan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Di bawah guyuran hujan, warga membersihkan sampah yang terbawa banjir di kawasan Kebon Baru, Jakarta (23/1). Setidaknya 300 ton sampah per hari diangkut Dinas Kebersihan DKI Jakarta dari seluruh sungai atau kali di Jakarta selama banjir yang melanda hampir dua pekan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta Selatan sejak tadi malam menyebabkan terjadinya genangan di sejumlah wilayah, terutama yang menjadi langganan banjir, seperti Kebon Baru, Tebet. Genangan terpantau setinggi 50-80 sentimeter di kawasan tersebut, Selasa, 4 Februari 2014.

    Warga khawatir karena hujan belum kunjung berhenti. Di hulu, hujan mengalirkan debit air yang deras melintasi Kali Ciliwung dan melintang di kawasan Kebon Baru. Salah satu tanggul di kawasan ini yang sempat bocor mengakibatkan banjir lebih parah.

    "Kami minta tanggul dibuat permanen. Kami khawatir banjir masih bakalan datang lagi," ujar Ketua RT 08 RW 08 Sudarjo kepada Tempo, Selasa, 4 Februari 2014. Tanggul sepanjang 50 meter itu hingga kini belum diperbaiki, hanya dilapisi material semipermanen berupa karung-karung plastik.

    "Kalau tidak dibikin permanen, tenggelam lagi kami," ujarnya. Wilayah RW 08, Kebon Baru, Tebet, merupakan salah satu daerah dengan titik banjir terparah di Jakarta Selatan. Hingga kemarin di sejumlah tempat, genangan belum juga surut meski intensitas hujan berkurang.

    Alasannya, beberapa fasilitas pengantisipasi banjir di Kebon Baru tak berfungsi normal. Selain tanggul yang hampir jebol, beberapa mesin pompa yang memindahkan jalur air rusak. "Mesinnya rusak karena tersumbat sampah," ujarnya. Ia berharap pada sisa musim banjir ini, pemerintah sigap memperbaiki hal-hal tersebut. "Agar kami tidak kecolongan (kebanjiran) lagi," katanya.

    Camat Tebet Mahluddin menyatakan sudah menyampaikan keluhan warga pada pihak terkait. Permintaan perbaikan tanggul telah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Tata Air DKI Jakarta. "Tapi belum mendapat respons," ujarnya. Terkait perbaikan pompa, ia menyatakan tak ada kerusakan berarti karena pompa hanya terhambat sampah di bagian penyaringnya.

    Kepada warganya, ia berharap agar tetap waspada karena musim banjir belum berakhir. Setiap banjir surut, ia juga meminta warga untuk segera membersihkan rumah dan pekarangannya. Ia berharap dengan itu, penyakit pascabanjir yang melanda daerah genangan bisa dihindari.

    M. ANDI PERDANA

    Topik Terhangat
    Sinabung | Gita Wirjawan | Anggoro Dibui | Jokowi | Deddy Corbuzier|

    Berita Terpopuler
    Banyak Aset Adik Atut Atas Nama Airin
    Di Twitter, SBY Salah Ketik Suporter Sriwijaya FC  |
    Di KPK, Gede Pasek Terus Sindir Demokrat 
    Tiga Ambisi Duta Besar AS Baru di Indonesia
    Anas dan Pasek Urus PPI dari Penjara  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.