Tanam Pohon di Hulu Ciliwung, Jokowi Kenakan Jaket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertolak ke Bogor untuk menanam pohon di Hulu Kali Ciliwung. Kedatangan Jokowi disambut cuaca bekabut dan hujan rintik-rintik. Setibanya di lokasi penanaman pohon, yaitu di Perkebunan Teh Ciliwung Telaga Saat, Jokowi disambut Bupati Bogor Rahmat Yasin.

    Jokowi keluar mobil menggunakan jaket merah, kemeja putih, dan celana hitam. Kegiatan penanaman pohon ini juga dihadiri perwakilan Perhutani, Balai Besar Gunung Pangrango, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

    Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bogor Rahmat Yasin mengatakan penanaman pohon ini merupakan upaya untuk memperlambat intensitas air yang akan datang ke Jakarta. "Agar air tak cepat sampai ke Jakarta," katanya, Selasa, 4 Februari 2014.

    Sementara itu, Jokowi mengatakan persoalan mengatasi banjir Jakarta sudah jelas. "Persoalannya jelas, masalahnya jelas, solusinya juga sudah jelas. Tinggal ayo kita kerja sama-sama," ujarnya. Bagian hulu Kali Ciliwung perlu ditanami pohon sebagai daerah resapan air. Sementara itu, di bagian hilir, dilakukan normalisasi waduk dan kali.

    Pohon yang ditanam Jokowi berada di pinggir Telaga Saat. Rahmat pun ikut menanam pohon bersama Jokowi. Direncanakan akan ditanam 800 pohon di kawasan ini.

    NINIS CHAIRUNNISA


    Topik Terhangat

    Sinabung | Gita Wirjawan | Anggoro Dibui | Jokowi | Deddy Corbuzier|

    Berita Terpopuler
    Banyak Aset Adik Atut Atas Nama Airin
    Di Twitter, SBY Salah Ketik Suporter Sriwijaya FC  |
    Di KPK, Gede Pasek Terus Sindir Demokrat 
    Tiga Ambisi Duta Besar AS Baru di Indonesia
    Anas dan Pasek Urus PPI dari Penjara  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.