Saat Edo Membunuh Feby Suasana Gerimis dan Sepi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asido April Parlindungan alias Edo, pelaku pembunuh Feby Lorita, setelah ditangkap di Polres Jakarta Timur, (3/2). Edo mengaku membunuh karena Febi kasar sehingga membuatnya kesal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Asido April Parlindungan alias Edo, pelaku pembunuh Feby Lorita, setelah ditangkap di Polres Jakarta Timur, (3/2). Edo mengaku membunuh karena Febi kasar sehingga membuatnya kesal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Depok - Karena dibatasi tembok, Nur Laela, 36 tahun, tidak tahu di sebelah rumah kontrakannya, Perumahan Puri Citayam Permai II Blok D 4 Nomor 2, RT 7 RW 22, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, terjadi pembunuhan sadis pada 22 Januari 2014.

    Sebelum membunuh Feby Loreta, 31 tahun, pelaku Asido April Parlindungan Simangunsong, 22 tahun, sempat cekcok dengan korban. "Enggak ada sama sekali kedengaran. Mungkin saat itu sedang gerimis," kata Nur Laela saat ditemui di rumah kontrakannya, Selasa, 4 Januari 2014. Kalau mendengar ada teriakan, kata dia, mereka akan langsung melaporkan kepada Ketua RT setempat. "Tapi benar enggak ada. Keadaan sepi sekali."

    Seperti diketahui, jasad Feby Loreta, 31 tahun, ditemukan membusuk di dalam mobil Nissan March bernomor polisi F-1356-KA di Taman Pemakaman Umum Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa, 28 Januari 2014. Polisi kemudian menangkap Edo pada 2 Februari 2014.

    Setelah membunuh Feby pada Rabu pagi itu, Edo mengikat tubuh Feby dengan tali kemudian memasukkannya ke bagasi mobil. Edo lantas menjual kalung dan cincin yang dipakai Feby di Pasar Pondok Gede dan kembali ke apartemennya sekitar pukul 23.00. Keesokan harinya, dia mencari kakaknya, Daniel Hamonangan Simangunsong, 28 tahun, untuk membantu membuang jasad Feby.

    ILHAM TIRTA

    Topik Terhangat
    Sinabung | Gita Wirjawan | Anggoro Dibui | Jokowi | Deddy Corbuzier|

    Berita Terpopuler
    Banyak Aset Adik Atut Atas Nama Airin
    Di Twitter, SBY Salah Ketik Suporter Sriwijaya FC  |
    Di KPK, Gede Pasek Terus Sindir Demokrat 
    Tiga Ambisi Duta Besar AS Baru di Indonesia
    Anas dan Pasek Urus PPI dari Penjara  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.