Jokowi Penginnya Waduk Bogor Dibangun 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Walikota Tangerang Arief Wismansyah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar, mengadakan pertemuan di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, (25/1). TEMPO/Marifka Wahyu

    Dari kiri: Walikota Tangerang Arief Wismansyah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar, mengadakan pertemuan di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, (25/1). TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pihaknya menargetkan pembebasan lahan untuk waduk di Kabupaten Bogor akan selesai pada akhir tahun ini. Saat ini sosialisasi sedang dilakukan.

    "Target akhir tahun selesai," kata Jokowi di Balai Kota, Selasa, 4 Februari 2014. Di lokasi tersebut, menurut dia, akan dibangun dua waduk yang akan menjadi tempat penampungan air sementara sebelum air tiba di Jakarta. "Tahun 2015 bisa mulai dibangun."

    Menurut Jokowi, perencanaan pembangunan waduk tersebut ada di Kementerian PU. Adapun mengenai dana perencanaan dan pembebasan lahan menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Perencanaannya di PU," kata dia.

    Secara terpisah, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan pihaknya akan membantu mengeksekusi pembebasan lahan di lokasi tersebut. Dia menyebutkan ada sekitar 147 kepala keluarga yang lahannya akan dibebaskan di sana. "Bisa ada yang minta dicarikan tanah baru atau mau cari sendiri. Di sini pilihannya lebih banyak dibandingkan Jakarta," kata dia. (Baca: Jawa Barat Dukung Jokowi Bangun Waduk)

    Dua waduk yang akan dibangun di Kecamatan Megamendung ini masing-masing seluas 107 hektare dan 24,8 hektare. Jika waduk ini sudah ada, menurut Jokowi, bisa mengurangi air yang masuk ke Jakarta hingga 40 persen.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Meski Jokowi Sidak, Aparatur Belum Kapok Juga
    Diancam, Pengungsi Kampung Pulo Baru Mau Makan 
    Terminal Manggarai Direvitalisasi, 6 Lagi Menyusul
    Jokowi Tak Bisa Terus-terusan Ngider


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.