Jokowi Tidak Tuding Bogor sebagai Penyebab Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berkunjung ke pinggir Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Bukit Duri, Jakarta, (6/11) untuk melihat penyebab banjir diwilayah tersebut. Tempo/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berkunjung ke pinggir Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Bukit Duri, Jakarta, (6/11) untuk melihat penyebab banjir diwilayah tersebut. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengungkapkan pemerintah DKI tidak akan menuding Bogor sebagai penyebab bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor untuk mencegah banjir di Jakarta. Kerja sama itu termasuk penanaman pohon dan normalisasi semua sungai yang berhulu di kawasan Puncak, Bogor.

    "Persoalannya sudah jelas, arahnya jelas, solusinya juga sudah jelas, maka mari kita bekerja, " kata Jokowi di sela-sela acara penanaman pohon di Situ Cisaat, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa, 4 Februari 2014.

    Ia mengatakan banjir merupakan masalah yang melibatkan kawasan hulu sampai hilir Sungai Ciliwung. "Hulu dari Sungai Ciliwung itu adanya di Puncak, Kabupaten Bogor, makanya kita pilih di sini yang harus ditanami banyak pohon karena merupakan lahan banyak kawasan resapan, " katanya. "Dan ini merupakan bentuk kongkrit dan nyata, dan kita tidak mau salahkan siapa pun, yang penting kita selesaikan masalah yang ada."

    Menurut dia, semua pihak sudah mengerti persoalan yang dihadapi dan bagaimana penyelesainnya, jadi tidak diperlukan adanya rencana lagi. "Kita tinggal kerja sama dengan Jabar, Kabupaten Bogor, Perhutani, komunitas, dan Dinas Kehutanan yang akan melanjutkan program penanaman pohon ini," kata Jokowi.

    Saat ditanya tentang dampak sosial bagi masyarakat Bogor yang menjadi penunggu vila, Jokowi mengatakan itu sudah dipikirkan oleh Bupati Bogor, Rachmat Yasin. "Kalau itu saya tidak punya pikiran apa pun karena Pak Bupati sudah pikirkan solusinya seperti apa, dan itu juga merupakan kewenangan dari beliau," tegas Jokowi.

    Adapun Bupati Bogor mengatakan banjir dan bencana lain yang terjadi memang merupakan akibat kesalahan dalam melakukan pengelolaan alam "Kita juga yang ciptakan dan karena serakah, sehingga malah merusak alam," katanya.(Baca :Dana Hibah Bogor, Jokowi: Untuk Robohkan 800 Vila)

    Rachmat mengatakan penanaman pohon di kawasan Puncak ini sudah menjadi bukti nyata Kabupaten Bogor untuk meminimalisasi luapan air yang menerjang Jakarta, "Dengan adanya penanaman pohon ini kan sebagai upaya pencegahan, karena jika tidak ada pohon maka tanah tidak sanggup mewadahi air dan itu meluap ke mana-mana dan Jakarta-lah yang menjadi tujuanya karena menjadi wilayah hilirnya," katanya.

    Ia mengatakan Kabupaten Bogor akan melakukan penanaman pohon di lahan seluas 800 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Puncak, Jonggol, Tamansari, dan Babakan Madang, yang menjadi hulu sungai. "Minimal sepuluh ribu pohon yang akan kita tanam," katanya.

    Rachmat menambahkan, dalam soal permasalahan pasca-pembongkaran vila, pihaknya sudah memikirkannya. Dia mengatakan penunggu vila akan dikembalikan lagi menjadi petani. "Program pasca-pembongkaran sudah kita pikirkan, dan warga diharapkan akan kembali bercocok tanam dan bertani," katanya.

    M SIDIK PERMANA

    Berita Terpopuler
    Meski Jokowi Sidak, Aparatnya Belum Kapok Juga
    Diancam, Pengungsi Kampung Pulo Baru Mau Makan 
    Terminal Manggarai Direvitalisasi, 6 Lagi Menyusul
    Jokowi Tak Bisa Terus-terusan Ngider


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.