Banjir Kepung Istana, Sederas Apa Hujan Pagi Tadi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Genangan air di depan Istana Negara dan lalu lintas yang tersendat akibat banjir. Twitter.com

    Genangan air di depan Istana Negara dan lalu lintas yang tersendat akibat banjir. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono Prabowo mengatakan curah hujan yang terekam di daerah Jakarta Pusat pada pagi ini, Rabu, 5 Februari 2014, berkisar 60 milimeter per jamnya.

    Curah hujan yang tergolong lebat ini terjadi dalam durasi singkat. "Curah hujannya tergolong lebat dan durasinya singkat," kata Mulyono saat dihubungi, Rabu, 5 Februari 2014. (Baca: Penyebab Istana Dikepung Banjir)

    Mulyono menuturkan kombinasi curah hujan yang tinggi yang durasi yang singkat tersebut berpotensi menyebabkan timbulnya luapan air pada sistem drainase yang tak tertata baik. Pagi tadi, salah satu wilayah Ibu Kota yang terguyur hujan adalah Jakarta Pusat.

    Hujan yang terjadi sejak pukul 05.00 hingga 06.30 WIB itu menyebabkan Jalan Medan Merdeka Barat tergenang air setinggi 10-20 sentimeter. Genangan terjadi lantaran kali di Jalan Abdul Muis meluap dan menggenangi daerah lain di sekitarnya, seperti Jalan Ridwan Rais dan Jalan Pintu Air. Hal serupa juga terjadi di Jalan Lautze dan daerah Pasar Baru.

    Mulyono berujar hujan lebat berdurasi singkat masih akan terjadi selama tiga hari mendatang. Potensinya paling besar terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat saat menjelang pagi hari. "Terjadinya saat menjelang pagi," ujar Mulyono.

    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler :
    Jokowi Tak Bisa Terus-terusan Ngider
    Atasi Banjir, Jokowi Ajak Kerja Bareng
    Tetangga Apartemen Mimpi Ditemui Feby Lorita
    Ahok Kaget Usul 200 Truk Sampah Tak Masuk DPRD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.