18 Ribu Pengungsi Banjir Terserang Penyakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi memilah baju kotor yang terendam banjir ketika mengantri di Fasilitas pencucian baju gratis di GOR Otista, Jakarta, (27/1). Dalam sehari fasilitas pencucian baju gratis tersebut menerima sebanyak 200 kantong plastik dari korban banjir di wilayah Kampung Melayu. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pengungsi memilah baju kotor yang terendam banjir ketika mengantri di Fasilitas pencucian baju gratis di GOR Otista, Jakarta, (27/1). Dalam sehari fasilitas pencucian baju gratis tersebut menerima sebanyak 200 kantong plastik dari korban banjir di wilayah Kampung Melayu. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Selama lebih dari tiga pekan warga bantaran Kali Ciliwung tepatnya yang berada di wilayah Jakarta Timur didera banjir. Mereka yang paling parah ada di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, karena ketinggian air sempat mencapai 6 meter.

    Lamanya banjir membuat puluhan ribu warga mulai terserang penyakit. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Yudhita Endah mengatakan sebanyak 18.899 jiwa terserang penyakit akibat banjir. "Dari jumlah itu, 40 persennya anak-anak," kata Yudhita kepada Tempo, Rabu 5 Februari 2014.

    Menurut Yudhita, kebanyakan warga terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan penyakit kulit, seperti gatal-gatal. "Ada juga yang pegal-pegal dan hipertensi, tapi itu sekitar 10-15 persen," ujarnya.

    Sebanyak 20 orang diantaranya akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Budhi Asih, RS UKI, RS Polri dan RS Premier Jatinegara. "Mereka mengalami penyakit berat akibat banjir seperti kejang, demam, diare, tetanus, luka robek dan riwayat penyakit sebelumnya, seperti stroke dan asma," ujarnya.

    Sejak 11 Januari 2014, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur membuka 14 Posko Kesehatan di berbagai titik pengungsian. Ke-14 posko itu tersebar di Posko Utama Pengungsian di kantor Sudinkes, GOR, RS Hermina, Gereja Koinonia, Binawan dan di posko rawan banjir di 9 Kecamatan.

    Sebanyak 20 dokter dan 28 perawat yang dibantu 60 perawat dari Akademi Keperawatan Jayakarta, disiagakan. "Obat-obatan cukup, karena kami juga dibantu oleh Dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan," ujar Yudhita.

    AFRILIA SURYANIS

    Terpopuler
    Kalla Buka Rahasia Jokowi di Depan Caleg KAHMI
    Pakai Kapal 'Mewah', Australia Kirim Imigran ke RI 
    Sambut SBY, Ratusan Siswa Diusir Lantaran Berteduh 
    Hari Ini Timnas U-19 Lawan Persiba Bantul  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.