Potensi Hujan Lebat di Jawa sampai Maret  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini di Pulau Jawa. "Siklusnya masih normal, hujan diprediksi sampai Maret," ujar Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik, Kukuh Ribudiyanto, Rabu, 5 Februari 2014.

    Ia menyatakan, khusus di Pulau Jawa, potensi hujan lebat akan mencapai puncaknya hingga pertengahan Februari. "Karena ada pertumbuhan awan-awan lokal yang berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan deras, dan puting beliung," ujarnya.

    Dalam situsnya, BMKG memprediksi di wilayah Jawa umumnya ada potensi berawan serta hujan ringan dan sedang pada pekan ini. Namun di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, hujan lebat masih berpotensi terjadi.

    Selain itu, BMKG juga mengumumkan peringatan dini akan turunnya hujan deras disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Pada pekan ini, peringatan itu diumumkan untuk beberapa wilayah di Jadebotabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat dan selatan.

    Peringatan ini didasarkan pada pertimbangan akan adanya pusat tekanan rendah di wilayah selatan ekuator. Kondisi ini menimbulkan terbentuknya pola pertemuan angin di pesisir barat Sumatera bagian selatan, perairan selatan Banten, Jawa bagian barat, Jawa Tengah bagian utara, hingga Laut Banda dan Arafura.

    BMKG menyatakan kesulitan menyampaikan detail informasi ini pada masyarakat di daerah. "Sebisa mungkin kami sampaikan lewat stakeholder kami yang berhubungan langsung dengan masyarakat, salah satunya media massa," ujarnya.

    Namun pihaknya juga mencoba menyampaikan informasi ini melalui perangkat media yang mereka miliki. Di antaranya, papan-papan pengumuman cuaca yang disimpan di tempat publik, seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun. Juga, lewat media sosial BMKG seperti Twitter, Facebook, dan situs badan pemantau cuaca ini.

    M. ANDI PERDANA

    Baca juga:
    Ahok Investigasi Pengadaan 200 Truk Sampah

    Kronologis Wakil Dubes Kecopetan di Bandara

    Teka-teki Usulan Belanja 200 Truk Sampah DKI

    Penyebab Istana Dikepung Banjir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.