Air Waduk Pluit Sempat Luber, Pintu Air Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Waduk Pluit sisi Barat dan Utara yang telah bersih dari pemukiman penduduk, (16/1). Warga Pluit dan Muara Baru mulai merasakan dampak normalisasi waduk tersebut, setelah Jakarta dilanda banjir awal minggu ini.  TEMPO/Subekti

    Waduk Pluit sisi Barat dan Utara yang telah bersih dari pemukiman penduduk, (16/1). Warga Pluit dan Muara Baru mulai merasakan dampak normalisasi waduk tersebut, setelah Jakarta dilanda banjir awal minggu ini. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketinggian air Waduk Pluit sudah berstatus siaga I. Namun kondisi beberapa pintu air di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi masih aman. Ketinggian Waduk Pluit itu bukan karena air di hulu sungai.

    "Yang lain aman, siaga I hanya di Waduk Pluit," ujar petugas layanan publik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Hasanudin, kepada Tempo, Rabu, 5 Februari 2014. Rupanya, penyebabnya adalah saringan sampah Waduk Pluit rusak.

    Dari pantauan BPDB tentang ketinggian pintu air di Jadebotabek, tak terlihat indikasi kenaikan mulut air. Di Katulampa, ketinggian air turun 10 sentimeter menjadi 70 sentimeter (siaga IV) dari pukul 20.00 hingga pukul 22.00 WIB.

    Kondisi yang sama juga terjadi di Pintu Air Depok. Kini ketinggiannya hanya mencapai 185 sentimeter atau siaga IV. Memasuki wilayah Jakarta, kondisi Pintu Air Manggarai, Karet, Pesanggrahan, Angke Hulu, Cipinang Hulu, Sunter Hulu, dan Pulogadung rata-rata juga turun 10 sentimeter dalam waktu dua jam terakhir.

    Kondisi di pintu air di Jakarta terbilang aman. Status tertinggi hanya di Angke Hulu dan Pulo Gadung yang mencapai siaga III. Di Waduk Pluit, ketinggian air masih mencapai 95 sentimeter, turun 8 sentimeter sejak pukul 20.00 WIB. Namun status di pintu air tersebut masih siaga I. Air pun sudah melimpas dan merendam beberapa wilayah yang berada di sekitar waduk.

    M. ANDI PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.