Metro Mini Seruduk 6 Sepeda Motor di Warung Buncit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus Metromini S 75 tersangkut di separator busway saat nekat menerobos jalur Transjakarta (26/9). Masukbusway.com/@arisaja

    Sebuah bus Metromini S 75 tersangkut di separator busway saat nekat menerobos jalur Transjakarta (26/9). Masukbusway.com/@arisaja

    TEMPO.CO, Jakarta -- Sebuah Metro Mini 75 jurusan Blok M-Pasar Minggu menabrak enam sepeda motor di Jalan Warung Buncit, dekat Mal Pejaten Village, Jakarta Selatan, Kamis malam, 6 Februari 2014.

    "Remnya blong," kata Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Aswin, saat dihubungi Tempo.

    Saat kejadian, kata Aswin, kondisi lalu lintas sedang macet. Metro Mini yang meluncur dari Blok M menuju Pasar Minggu tersebut saat kejadian sedang sarat penumpang.

    "Sejak dari terminal dilaporkan para saksi memang sudah ugal-ugalan." Lalu, ujar dia, saat lalu lintas macet, Metro Mini ini tidak berhasil menurunkan kecepatannya dan menyeruduk enam sepeda motor yang sedang terjebak macet.

    Akibat kejadian ini, enam orang terluka, yang merupakan para pengendara sepeda motor. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit JMC Kemayoran. "Motor para korban juga dilaporkan rusak." Sementara itu, sopir dan kernet langsung diamankan oleh polisi. "Warga yang kesal hendak mengeroyok mereka."

    Metro Mini yang sempat dirusak warga itu akhirnya dievakuasi pada sekitar pukul 20.00 dengan menggunakan mobil derek dan dibawa ke kantor Polres Jakarta Selatan. Akibat kejadian itu, lalu lintas di lokasi sempat macet.

    PRAGA UTAMA

    Baca juga:
    Banjir di Istana, Jokowi: Itu Bertahun-tahun Tak Dikeruk!
    Ahok: Pengusaha Tionghoa Bantu 51 Truk Sampah
    Besok, Jalan di Bundaran HI Ditutup
    Waduk Pluit Siaga I, Muara Sungai Tertahan Air Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.