Penyelundup Sabu Tidak Naik Pesawat Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan calon penumpang Kereta Api mulai memadati Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/80. Jumlah pemudik pada H-6 yang menggunakan kereta api di Stasiun Gambir tahun ini naik 18 persen dibanding tahun lalu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ribuan calon penumpang Kereta Api mulai memadati Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/80. Jumlah pemudik pada H-6 yang menggunakan kereta api di Stasiun Gambir tahun ini naik 18 persen dibanding tahun lalu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap dua warga Indonesia yang hendak menyelundupkan sabu melalui transportasi Kereta Api. BN dan AK diduga akan menyelundupkan sabu seberat 980 gram ke Surabaya.

    Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba, Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra mengatakan, BN dan AK ditangkap di stasiun Gambir, Jakarta Pusat saat akan membawa sabu itu ke Surabaya, pada 27 Januari 2014. "Mereka diduga terlibat dalam jaringan internasional yang memasok narkoba ke Indonesia," kata Anjan di kantornya, Jumat, 7 Februari 2014.

    Namun, Anjan belum dapat memastikan darimana asal 980 gram sabu itu. "Yang jelas ini bukan barang lokal. Kami masih menyelidiki apakah ini dari Cina atau negara lain," ujarnya.

    Menurut Anjan, kedua pelaku mencoba menyelundupkan sabu melalui jalur darat dengan menggunakan kereta api, karena untuk menghindari ketatnya pemeriksaan di Bandara. "Di bandara kan pemeriksaannya ketat, tapi ini bukan yang pertama, sebelumnya kami juga pernah menangkap penyelundup 8 kilogram sabu," ujar Anjan.

    Kini kedua tersangka ditahan di tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Cawang, Jakarta Timur. Mereka dijerat Pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya hukuman maksimal pidana mati atau pidana seumur hidup.

    AFRILIA SURYANIS
    Berita Populer

    MPR: Soal Usman Harun, Singapura Keterlaluan!
    Ikuti Keyakinan Jonas, Asmirandah Ingin Bahagia
    Hakim PK MA Bebaskan Dokter Ayu
    Dicari KPK, Staf Atut Ngumpet di Hotel
    Pengelolaan Dana Haji Rp 80 Triliun Menyimpang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.