Warga DKI Wajib Tahu Perda Pengelolaan Sampah Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan sampah menumpuk karena terbawa banjir di kawasan Kebon Baru, Jakarta (23/1). Setidaknya 300 ton sampah per hari diangkut Dinas Kebersihan DKI Jakarta dari seluruh sungai atau kali di Jakarta selama banjir yang melanda hampir dua pekan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tumpukan sampah menumpuk karena terbawa banjir di kawasan Kebon Baru, Jakarta (23/1). Setidaknya 300 ton sampah per hari diangkut Dinas Kebersihan DKI Jakarta dari seluruh sungai atau kali di Jakarta selama banjir yang melanda hampir dua pekan tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Peraturan daerah Nomor 3 Tahun 2013 ini berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan sampah, seperti:

    1. Pengelolaan sampah sepenuhnya ditangani Dinas Kebersihan. Sampah kali dan sampah di taman yang tadinya merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Pertamanan dan Pemakaman sudah diambil alih. Sebanyak 1.100 petugas kebersihan kali dan taman kini juga berada di bawah Dinas Kebersihan.

    2. Sampah wajib dipilah sebelum dibuang, tempat sampahnya pun dibedakan; hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk sampah beracun dan berbahaya.

    3. Warga maupun pengusaha bisa memilah dulu sampah mereka sebelum dibuang. Kegiatan reduce, reuse, recycle bisa dilakukan untuk mendapat keuntungan.
    Jika berjalan dengan baik, mereka bisa mendapat insentif dari pemerintah berupa dana ataupun pengurangan pajak dan retribusi.

    4. Swasta bisa menggunakan skema business to business dalam mengelola sampah. Mereka boleh memungut retribusi dari warga dan mendapat keuntungan dari pengolahan sampah tanpa perlu bekerja sama dengan pemerintah. Dinas Kebersihan masih diperbolehkan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk mengangkut sampah di Jakarta.



    ANGGRITA DESYANI
    Berita Populer

    MPR: Soal Usman Harun, Singapura Keterlaluan!
    Ikuti Keyakinan Jonas, Asmirandah Ingin Bahagia
    Hakim PK MA Bebaskan Dokter Ayu
    Dicari KPK, Staf Atut Ngumpet di Hotel
    Pengelolaan Dana Haji Rp 80 Triliun Menyimpang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.