Lowongan Supir Transjakarta, Ini Syaratnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supir  bus Transjakarta mengecek  layar cctv yang berada dalam ruang kemudi di Halte Ancol, Jakarta, (22/1). Bus-bus baru ini didatangkan dari Cina, dan kana melayani rute PGC-Ancol dan Harmoni-Lebak Bulus. TEMPO/Dasril Roszandi

    Supir bus Transjakarta mengecek layar cctv yang berada dalam ruang kemudi di Halte Ancol, Jakarta, (22/1). Bus-bus baru ini didatangkan dari Cina, dan kana melayani rute PGC-Ancol dan Harmoni-Lebak Bulus. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta tetap akan merekrut supir untuk bus Transjakarta dari Metromini. Kepala bagian Angkutan Darat Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo, menyatakan supir Metromini tetap akan menjadi salah satu tempat rekrutmen supir tersebut. "Tapi tentu supir-supirnya yang lolos tes seleksi," katanya saat dihubungi, Sabtu, 8 Februari 2014.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan Transjakarta membutuhkan 1.531 sopir. Tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendatangkan sekitar 1.000 armada bus Transjakarta. Dia menawarkan kesempatan ini kepada sopir Metromini yang selama ini identik dengan ugal-ugalan. (Baca:Sopir Metromini Boleh Melamar ke Transjakarta)

    Syafrin mengatakan, seleksi yang diadakan Badan Layanan Umum Transjakarta itu memiliki prosedur seleksi cukup ketat. Pertama, para supir yang mengajukan lamaran harus memenuhi sejumlah persyaratan secara administrasi. Mereka wajib memiliki Surat Izin Mengemudi untuk mengendarai bus besar. (Baca: Transjakarta Buka Lowongan 1.500 Supir)

    Setelah dinyatakan lulus, mereka nantinya akan mengikuti sejumlah tes kompetensi mengemudi bus. Pada tahap itu mereka akan dilihat bagaimana cara dan teknik mengemudikan kendaraan bertubuh besar tersebut. Setelah dinyatakan lulus, maka para calon supir diharuskan mengikuti tes psikologis. Tujuannya adalah memastikan secara psikologis mereka layak mengemudikan bus.

    Tahapan tes terakhir, kata Syafrin, adalah dengan melakukan tes kesehatan untuk memastikan secara fisik tidak ada kendala. "Kalau gagal ya tidak akan jadi direkrut dan dipersilakan mencoba lagi kalau masih ada lowongan," kata dia.

    Selain tes, Syafrin menyatakan rekam jejak calon supir juga menjadi pertimbangan utama dari BLU Transjakarta dan Dinas Perhubungan. Dia mengatakan Dinas Perhubungan sudah menerjunkan tim untuk memeriksa rekam jejak para calon supir di lapangan. Nantinya dari pemeriksaan lapangan itu akan terlihat bagaimana cara supir tersebut dalam mengemudikan bus.

    "Jadi nanti akan dilihat pada pukul berapa, di mana, dan siapa pengemudinya. Dengan begitu, rekam jejaknya akan tercatat," ujarnya.

    Syafrin yakin supir yang lolos dalam tes tersebut tidak akan mengemudikan Transjakarta secara ugal-ugalan. Sistem penggajian akan memberikan mereka sanksi berupa pemotongan gaji bulanan jika kedapatan ugal-ugala. Selain itu, mereka juga cuma bekerja selama delapan jam per hari sesuai dengan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    "Jadi dalam sehari mereka bekerja delapan jam, dan ada waktu istirahat juga sehingga tidak akan kebut-kebutan untuk kejar setoran," katanya.

    DIMAS SIREGAR

    Berita Terpopuler
    Jokowi Tak Bisa Terus-terusan Ngider
    Colek Keluarga Jokowi-Ahok, Bumerang Ani Yudhoyono 
    Kronologi Pembunuhan Feby Lorita
    Ahok Akhirnya Makan Siang di Rumah Prabowo Subianto
    Ahok: Pengusaha Tionghoa Bantu 51 Truk Sampah  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.