Perusak Pos Polisi Diduga Puluhan Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di balik tameng petugas kepolisian melihat para demostran  saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu di jalan Thamrin, Jakarta (07/02) Aksi tersebut dalam rangkai dari simulasi pengamanan pemilu 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Di balik tameng petugas kepolisian melihat para demostran saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu di jalan Thamrin, Jakarta (07/02) Aksi tersebut dalam rangkai dari simulasi pengamanan pemilu 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta--Polisi menduga pos penjagaan milik mereka yang dirusak di Jakarta Selatan dilakukan oleh puluhan orang. "Sekitar 20 orang, bersepeda motor," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat dihubungi, Ahad, 9 Februari 2014.

    Ia menyatakan belum jelas motif dari perusakan yang terjadi subuh tadi tersebut. Namun akibat perusakan itu, pos polisi di Jalan Trunojoyo dan Jalan Sisingamangaraja rusak. "Yang rusak kaca pecah dan pintu dirusak," ujarnya. (Lihat juga: Dua Pos Polisi Dirusak, Apa Motifnya? dan Saksi: Pos Polisi Senayan Dilempar Konblok)

    Polisi mencari pelaku perusakan tersebut dengan melacak lewat CCTV yang terdapat di sekitar lokasi. Hingga saat ini belum ada titik terang pelaku perusakan tersebut.

    Selain itu pemeriksaan juga telah dilakukan terhadap sejumlah saksi mata. Salah satunya adalah Tauhan, 64 tahu, penjual bunga di sekitar pos polisi Senayan.

    Dari keterangannya polisi menyatakan pelaku berjumlah sekitar puluhan orang. Namun selain itu tak ada keterangan lanjutan yang bisa dikorek darinya, atau dapat disampaikan polisi pada publik.

    M. ANDI PERDANA

    Baca juga:
    Lowongan Supir Transjakarta, Ini Syaratnya
    Penyebab Sebagian Jakarta Mati Lampu
    PLN Segaja Padamkan Listrik di Sebagian Jakarta
    Transjakarta Buka Lowongan 1.500 Sopir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.