Ditindak, Motor yang Masuki Jalan Layang Non-Tol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi merazia pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang, Casablanca, Jakarta, (28/1). Razia roda dua dan roda tiga tersebut dilakukan untuk menindak para pengendara yang mengabaikan peraturan meski sudah dipasang rambu dilarang melintas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Polisi merazia pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang, Casablanca, Jakarta, (28/1). Razia roda dua dan roda tiga tersebut dilakukan untuk menindak para pengendara yang mengabaikan peraturan meski sudah dipasang rambu dilarang melintas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai melakukan penertiban terhadap pengendara sepeda motor yang melintas di jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang, Senin pagi, 10 Februari 2014. Pengendara sepeda motor memang dilarang menggunakan JLNT yang diresmikan akhir 2013 lalu.

    "Hari ini perdana, kami lakukan giat penertiban. Mulai pukul 07.00 tadi," kata Kepala Sub-Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono kepada Tempo, Senin, 10 Februari 2014.

    Hindarsono menjelaskan sebanyak 25 personel anggota kepolisian diturunkan untuk melakukan giat penertiban kendaraan bermotor yang nekat melintas di JLNT. "Sebanyak 25 petugas disiagakan di dua titik, dari awal masuk JLNT di Kampung Melayu hingga turunan di Tanah Abang," ujarnya.

    Bagi pengendara yang melintas di JLNT bebas hambatan itu, pihaknya akan memberikan sanksi penilangan. "Yang kedapatan melintas akan ditilang. Ini terus kami lakukan setiap hari dari pagi, siang, sore, malam, agar tidak ada lagi pengendara motor yang melintas. Karena itu membahayakan mereka," kata Hindarsono.

    Sebelumnya kecelakaan yang melibatkan sepeda motor terjadi di jalan layang non-tol Casablanka, Senin malam, 27 Januari 2014. Kecelakaan itu terjadi saat Faisal Mustamin, 29 tahun, dan istrinya, Windawati, 27 tahun, melintasi JLNT itu dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat B-3842-SLA.

    Faisal beralasan melewati JLNT untuk mempercepat perjalanan menuju rumahnya di Pondok Pinang. Namun, tepat di turunan flyover, tepatnya di depan gedung Standard Chartered, polisi sedang menggelar razia lalu lintas. Karena takut, Faisal pun memutarkan sepeda motornya di depan Mall Ambasador dan melaju berlawanan arah.

    Akibatnya, sepeda motor yang ditumpangi Faisal dan Windawati ditabrak oleh mobil Honda City B-8542-RS yang melaju di JLNT tersebut. Mobil itu dikemudikan oleh Tomy Raymond, 25 tahun. Windawati yang sedang hamil tujuh bulan tewas seketika karena terpental hingga jatuh ke bawah flyover. Sedangkan Faisal tidak jatuh ke bawah flyover tapi mengalami luka dan patah.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler
    Guru Dapat Gelar Gr, seperti Dokter 
    Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
    5 Tip Main Game Flappy Bird
    3 Tanggapan Jokowi yang Tak Biasa Soal Capres  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.