Cacat Produksi, Tabung Busway Pernah Meledak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TransJakarta meledak di Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) Pinang Ranti, Jakarta (20/10). TEMPO/Tony Hartawan

    TransJakarta meledak di Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) Pinang Ranti, Jakarta (20/10). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bus Transjakarta kembali jadi sorotan. Sejumlah bus yang baru datang dikeluhkan dan diduga merupakan bus bekas. (Baca: Busway Baru Jokowi dari Cina Barang Bekas?)

    Tidak hanya kali ini pengadaan bus Transjakarta dilakukan dengan serampangan. Hal yang sama pernah terjadi pada pengadaan bus Transjakarta pada 2010.

    Kualitas tabung pada 69 bus yang dipasok oleh Korindo diduga kuat di bawah standar pabrikan. Akibatnya, salah satu bus berharga Rp 1,53 miliar per unit itu meledak di stasiun pengisian gas Pinang Ranti, Jakarta Timur, pada 20 Oktober 2011. Akibat ledakan itu, seluruh bagian tengah bus hancur. Sedangkan Sugiarto, pegawai pengisi gas, terluka parah.

    Investigasi majalah Tempo pada September 2012 lalu menemukan fakta buruknya kualitas tabung gas Transjakarta itu yang menjadi penyebab utama ledakan bus Transjakarta. Tempo kala itu menemukan bukti bahwa material tabung memiliki sifat keuletan di bawah spesifikasi teknis yang ditetapkan pabrikan.

    Berdasarkan uji komposisi kimia diketahui bahwa komposisi karbon pada tabung berada di bawah standar yang ditetapkan pabrikan. Produsen asal Korea Selatan, NK Co Ltd, menetapkan spesifikasi karbon pada tabung 0,25-0,38 persen. Kenyataannya, komposisi karbon baik pada sampel tabung yang pecah maupun yang utuh masih di bawah kisaran angka itu. Rendahnya komposisi karbon mempengaruhi tingkat kekuatan material tabung.

    Hasil uji tarik juga membuktikan persentase regangan (elongation) material tabung di bawah standar yang ditetapkan produsen. Hasil pengujian baik pada sampel tabung utuh maupun pecah menunjukkan persentase regangan 10-12 persen, sementara spesifikasi teknis untuk regangan yang ditetapkan NK tidak boleh di bawah 14 persen. Kedua hal itu menyebabkan tabung mudah retak atau pecah. 

    TIM INVESTIGASI TEMPO

    Berita Terpopuler
    Guru Dapat Gelar Gr, seperti Dokter 
    Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
    5 Tip Main Game Flappy Bird
    3 Tanggapan Jokowi yang Tak Biasa Soal Capres  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.