Sopir Metro Mini Ingin Pindah ke Busway  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kondisi Metromini yang dikandangkan di Terminal mobil barang Pulo Gebang , Jakarta Timur, (30/8). TEMPO/Subekti

    Petugas Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kondisi Metromini yang dikandangkan di Terminal mobil barang Pulo Gebang , Jakarta Timur, (30/8). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan sopir Metro Mini menyayangkan anggapan kebiasaan ugal-ugalan dijadikan sandungan untuk mengikuti tes seleksi sopir Transjakarta. Edo Hamonangan, 34 tahun, mengatakan kebiasaan ugal-ugalan sopir Metro Mini disebabkan oleh tuntutan target setoran yang harus dipenuhi setiap harinya.

    "Padahal, tak semua sopir begitu," kata Edo, saat ditemui di Terminal Grogol, Ahad, 9 Februari 2014.

    Sopir Metro Mini S92 jurusan Ciledug-Grogol ini mengatakan masyarakat tak perlu khawatir bahwa sopir akan tetap tak tertib saat mengemudikan Transjakarta. Ia meyakini para sopir lolos tes seleksi karena dinilai memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan tim seleksi.

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan merekrut 1.531 sopir untuk mengoperasikan 1.000 unit bus Transjakarta baru tahun ini. Sopir-sopir tersebut akan direkrut dari berbagai perusahaan bus, termasuk Metro Mini. (Baca: Sopir Metro Mini Direkrut Asal Pengawasan Ketat)

    Untuk itu, Edo berujar tidak adanya tuntutan setoran dan diberikannya gaji tetap bagi sopir Transjakarta juga menjadi penentu utama berhentinya kebiasan ugal-ugalan sopir Metro Mini. Penyebabnya, sopir akan menjadi lebih tenang saat mengemudikan bis. "Kalau tidak ada setoran, buat apa ugal-ugalan," kata Edo.

    Senada dengan Edo, Sudjarwo, 40 tahun, mengatakan penyebab kebiasaan ugal-ugalan sopir Metro Mini hanya ada dua, yakni tuntutan setoran dan jumlah armada bis yang lebih banyak dibandingkan jumlah penumpang. Keduanya, kata dia, tak akan ditemui saat mengemudikan Transjakarta. "Kalau masih ugal-ugalan, itu namanya bodoh," kata dia.

    Sopir Metro Mini B85 jurusan Kali Deres-Lebak Bulus ini menuturkan Badan Layanan Umum Transjakarta dapat menjatuhkan sanksi berupa pemecatan sopir yang melanggar peraturan lalu lintas. Menurutnya, opsi tersebut dapat memberikan efek jera bagi sopir. "Kalau dipecat, maka tindakan itu juga menjadi peringatan bagi sopir lain," ujar Sudjarwo.

    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler
    Guru Dapat Gelar Gr, seperti Dokter
    Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
    5 Tip Main Game Flappy Bird
    3 Tanggapan Jokowi yang Tak Biasa Soal Capres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.