Jokowi: Status Siaga Banjir Tidak Diperpanjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat mengatur warga korban banjir yang menaiki perahu evakuasi Tim SAR Kostrad di Kampung Pulo, Jakarta (30/1). TEMPO/Subekti.

    Petugas saat mengatur warga korban banjir yang menaiki perahu evakuasi Tim SAR Kostrad di Kampung Pulo, Jakarta (30/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan tidak akan memperpanjang status siaga banjir Jakarta. "Tidak kami perpanjang," katanya di Balai Kota DKI, Senin, 10 Februari 2014.

    Sebab, laporan yang dia dapat, intensitas hujan sudah menurun. "Dari BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana, sekarang hujannya tinggal hujan sedang dan ringan."

    Jokowi menyebutkan jika banjir terjadi lagi akan menggunakan anggaran reguler seperti sebelumnya. "Selama ini kita juga enggak mengeluarkan tanggap darurat, hanya siaga banjir."

    Seperti diberitakan sebelumnya, masa siaga banjir yang sudah berlaku sejak 12 Januari akan berakhir 12 Februari nanti. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta telah mengusulkan kepada Gubernur Jakarta agar status siaga darurat banjir diperpanjang.

    Menurut Sutopo, banjir Jakarta yang terjadi pada 2014 ini berbeda dengan banjir Januari 2013 lalu. Tahun ini intensitasnya lebih rendah tapi panjang. Sedangkan tahun lalu hujan hanya sekali tapi berintensitas tinggi.

    ATMI PERTIWI

    Berita Terpopuler
    Guru Dapat Gelar Gr, seperti Dokter 
    Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
    5 Tip Main Game Flappy Bird
    3 Tanggapan Jokowi yang Tak Biasa Soal Capres  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.