Jepang Jajaki Investasi Pengolahan Sampah Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat pembuangan sampah akhir di kawasan Cilowong, Banten, Sabtu (27/4). Proyek peningkatan pelayanan TPA Cilowong menelan anggaran APBD hingga Rp 9,3 milyar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Tempat pembuangan sampah akhir di kawasan Cilowong, Banten, Sabtu (27/4). Proyek peningkatan pelayanan TPA Cilowong menelan anggaran APBD hingga Rp 9,3 milyar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Bekasi- Pemerintah Jepang menjajaki investasi pada sektor pengolahan sampah di Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah perwakilan dari Jepang telah datang dan bertemu dengan Pemerintah Bekasi, yang difasilitasi manajemen Tempat Pengelolaan SampahTerpadu (TPST) Bantargebang.

    Chief of Global Warming dari Environmental Conservation Section Nagasaki Municipal Office, Masafumi Yoshida, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melihat peluang investasi penyehatan lingkungan di Indonesia. "Bisa dimulai di Kota atau Kabupaten Bekasi," kata Masafumi, kepada wartawan di Bekasi, Senin 10 Februari 2014.

    Setelah melihat sistem pengolahan sampah di Bekasi, yakni di TPST Bantargebang milik Pemerintah DKI dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu miliki Pemerintah Kota Bekasi, Masafumi menjelaskan bahwa proyek penyehatan lingkungan di wilayah itu tidak bisa dilakukan dengan hukum atau peraturan tetapi harus dilakukan dengan mengubah pola pikir masyarakat. "Sampah bisa menjadi uang dengan pengelolaan yang baik," katanya. Dia berjanji akan membantu Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi.

    Prof. Dr. Takashi Hayase dari Nagasaki University menjelaskan, mengatasi masalah sampah di Kota dan Kabupaten Bekasi lebih sulut ketimbang mengatasi sampah di wilayah Nagasaki. Sebab utamanya, kata dia, pertumbuhan penduduk yang sangat cepat karena urbanisasi bukan karena bertambahnya jumlah anak.

    "Bisa dibilang pertambahan jumlah penduduk di Jakarta sebanding dengan jumlah penduduk Kota Nagasaki, dan sampah akah menjadi persoalan utama di situ," katanya.

    Kenapa Jepang sukses mengatasi masalah sampah? Menurut Hayase, pengelolaan sampah telah mereka lakukan sejak 50 tahun lalu. "Ketika itu masyarakat Jepang bersatu mengatasi masalah pencemaran," katanya.

    HAMLUDDIN

    Berita Lainnya:
    Angel Lelga Ogah Dites Baca Quran  
    Soal Usman Harun, Panglima TNI Batal ke Singapura
    Sebenarnya, Singapura Jadikan Usman Harun Pahlawan  
    Malam Ini Timnas U-19 Dijajal Tim Pra-PON Jateng
    13 Penyakit Busway Baru tapi Bekas Jokowi  
    TNI: Soal Usman-Harun Selesai Sejak 1973


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.