Polda Kembali Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di balik tameng petugas kepolisian melihat para demostran  saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu di jalan Thamrin, Jakarta (07/02) Aksi tersebut dalam rangkai dari simulasi pengamanan pemilu 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Di balik tameng petugas kepolisian melihat para demostran saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu di jalan Thamrin, Jakarta (07/02) Aksi tersebut dalam rangkai dari simulasi pengamanan pemilu 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Rikwanto menyatakan, simulasi pengamanan kota menjelang persiapan penyelenggaraan Pemilu 2014 akan kembali diadakan pada esok hari, Selasa, 11 Februari 2014. "Tidak akan sampai ada penutupan jalan," kata Rikwanto saat ditemui di kantornya pada Senin, 10 Februari 2014.


    Sebelumnya, simulasi serupa sudah diadakan di kantor Bawaslu, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, disertai dengan rekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran HI. Dalam penyelenggaraan tersebut, 1.000 personel dikerahkan untuk memerankan pendemo, petugas, reserse, hingga intel dalam simulasi.


    Rikwanto mengatakan, simulasi kali ini tidak akan berdampak banyak terhadap lalu lintas sekitar kantor KPU di Menteng, Jakarta Pusat. "Hanya digelar di pintu masuk hingga ruang sidang," kata Rikwanto. Simulasi tersebut akan digelar selama satu jam mulai pukul 9.00 hingga 10.00 WIB.


    Sama seperti simulasi sebelumnya, pengamanan juga akan melibatkan barakuda dan water canon meski tanpa gas air mata. "Skenario hanya akan menggambarkan kisruh pendemo saat penghitungan suara," kata Rikwanto.


    Pada simulasi di kantor Bawaslu, skenario keributan terjadi dengan penyerangan hingga dilakukan penutupan jalan.

    ISMI DAMAYANTI


    Berita Terpopuler
    Guru Dapat Gelar Gr, seperti Dokter 
    Buntut Usman Harun, RI Mundur dari Singapore Airshow
    5 Tip Main Game Flappy Bird
    3 Tanggapan Jokowi yang Tak Biasa Soal Capres  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.