Kereta Terhenti, Sejumlah 'Roker' Pingsan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Commuter line (KRL) berhenti disamping rel yang terendam banjir di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang akibat hujan beberapa hari lalu dan mengakibatkan sejumlah jadwal KRL terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kereta Commuter line (KRL) berhenti disamping rel yang terendam banjir di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang akibat hujan beberapa hari lalu dan mengakibatkan sejumlah jadwal KRL terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusaknya wesel atau alat pemindah rel di Stasiun Gambir pada Selasa pagi, 11 Februari 2014, membuat ribuan warga terlambat masuk kerja. Bahkan beberapa penumpang kereta jurusan Bekasi-Kota pingsan di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. “Terdampar di Cipinang … penumpang mulai pada pingsan …help,” salah satu twit @krlmania pukul 07.05 WIB.

    Koordinator KRL Mania, Nurcahyo, mendapat laporan bahwa penumpang akhirnya membuka paksa jendela kereta karena mesin pendingin tak berfungsi maksimal. Beberapa roker (rombongan kereta) menumpahkan kekesalan mereka dengan memukul kereta, ada pula yang mendatangi masinis.

    “Kantornya si Jonan yg ktanya ceo @KAI121 itu dmn sih?! Pengen gw samperin rasanya. Hmpir tiap hri @CommuterLine gangguan...!!, kicau salah satu roker sekitar pukul 09.00. Yang dimaksud adalah Ignatius Jonan, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, induk PT KAI Commuter Jabodetabek. Jonan yang tahun 2006-2008 menjadi Direktur Citi Group itu sering mendapat pujian karena dianggap berhasil mengangkat kinerja PT Kereta Api Indonesia.

    Nurcahyo menjelaskan selama musim hujan ini hampir setiap hari terjadi masalah dalam perjalanan kereta komuter. Mulai dari kerusakan wesel, sinyal, pantograf, stasiun terendam banjir, kabel listrik tertimpa pohon tumbang, dan lain-lain. “Percuma saja kalau stasiun dipercantik tapi perjalanan kereta sering bermasalah,” kata Nurcahyo yang setiap hari menggunakan kereta Bogor-Jakarta Kota.

    Menurut Nurcahyo, Kementerian Perhubungan, PT KAI, dan pemerintah daerah harus serius membenahi kereta komuter yang menjadi tumpuan jutaan warga. Kementerian Perhubungan, kata dia, harus mengganti sinyal dan wesel yang sudah tua. Pemerintah memang berkewajiban mengurus soal ini.

    Pemerintah daerah harus menebang pohon tua yang terletak di dekat rel atau stasiun kereta. PT Kereta Api, ujar Nurcahyo, harus terus mendesak pemerintah mengganti sinyal dan wesel tersebut. “Ngadu ke DPR atau undang wartawan untuk terus memberitakan soal ini,” katanya.

    Nurcahyo juga meminta PT Kereta Api membenahi diri. Jika ada gangguan perjalanan, petugas harus sigap memberikan informasi ke penumpang. Andai kata ada kereta yang mogok, ia menyarankan, harus secepatnya ditarik agar tidak mengganggu perjalanan kereta lainnya. Juga memperbaiki mesin pendingin dan interior kereta yang rusak.

    Juru bicara PT KAI Daop I, Agus Komarudin, menjelaskan bahwa sekitar pukul 08.40 alat pindah rel sudah bisa digerakkan secara elektrik. Dia mengakui imbas kerusakan masih terasa hingga saat ini. “Itu sedang kami tangani. Perkara kerusakan wesel sedang kami cek lagi apa penyebabnya," ujarnya.

    UNTUNG WIDYANTO | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.