Warga Marunda Mengadu ke Jokowi soal Ganti Rugi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, warga korban banjir di RSUD Budhi Asih di jalan Dewi Sartika, Jakarta, (21/1). Kedatangan Jokowi tersebut selain melihat kondisi para korban dan juga memastikan program KJS berjalan dengan semestinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, warga korban banjir di RSUD Budhi Asih di jalan Dewi Sartika, Jakarta, (21/1). Kedatangan Jokowi tersebut selain melihat kondisi para korban dan juga memastikan program KJS berjalan dengan semestinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, kembali menjadi tempat mengadu warganya. Ketika meninjau proyek Waduk Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa 11 Februari 2014, menerima keluh kesah penduduk.

    Kisahnya sebagai berikut. Saat Jokowi memantau dari tepi pengurukan, langkahnya tertahan oleh seorang warga bernama Murnata. Pria paruh baya itu mengaku penduduk RT 3 RW 2 kampung Marunda. "Tanah kami terkena pembebasan, tapi (pembayarannya) digantung," katanya.

    Menurut Murnata, yang dibayarkan pemerintah adalah tanah saja, tidak termasuk bangunan. "Tanah dulu dibayar, bangunan enggak. Kami maunya satu paket. Bagaimana ini pak?."

    Mendengar pengaduan tersebut, Jokowi hanya mengiyakan sambil mencoba jalan terus. "Ya, ya  satu paket," katanya. Sambil berjalan, Jokowi mengatakan menyerahkan masalah ini kepada Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono.

    Heru yang berada tak jauh dari Jokowi, mengatakan pemerintah sudah menganggarkan Rp 115 miliar untuk pembebasan tanah di kawasan tersebut. Dari total 56 hektare yang dibutuhkan, sudah 36 hektare dibebaskan sejak 2009.

    Sisanya 150 rumah masih belum beres. "Tanah yang bersertifikat kami ganti 100 persen, dengan bukti girik diganti 75 persen, tanah garapan diganti 25 persen," kata Heru.

    Seperti diberitakan sebelumnya, DKI berencana membangun sembilan waduk tahun ini. Salah satunya Waduk Marunda yang konsepnya dibuat seperti Waduk Pluit.

    Waduk yang mulai dibangun Februari ini ditargetkan selesai tahun ini pula. Waduk diharapkan mengatasi banjir di kawasan timur Jakarta karena akan menampung air dari Kanal Banjir Timur dan Kali Blencong.

    ATMI PERTIWI

    Berita lain:
    Dana Haji Diduga Dipakai Beli Mobil Pejabat 
    Mengapa Bos Sritex Lukminto Masuk Islam? 
    Pembuatan Akte Lahir, KTP, dan KK Kini Gratis 
    Reaksi Anggito Saat Dilapori Korupsi Dana Haji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.