Jokowi di Balik Pengusutan Busway Bekas Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo. ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

    Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Widodo. ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta -Dua hari terakhir, Inspektorat DKI Jakarta memeriksa pengadaan bus Transjakarta asal Cina yang ternyata sebagian dalam kondisi rusak. Sejumlah pejabat dari Transjakarta maupun pejabat Dinas Perhubungan telah diperiksa. Rupanya perintah pemeriksaan pengadaan ini datang langsung dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

    Sumber Tempo mengatakan Jokowi jengah mengetahui bus-bus yang dibelinya cacat dan mengganggu operasional. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun ini mendatangkan 3.000 bus Tranjakarta dari Cina. Sebagian bus yang tiba diketahui dalam kondisi cacat. (Baca: Aneka Masalah Busway Cacat Jokowi)

    Berdasarkan penelusuran Tempo, soal kondisi bus baru tersebut, fanbelt-nya mudah putus, AC sering mati atau bocor, mesin sering terlalu panas, dan beberapa bagian vital, seperti aki, turbo, dan radiator berkarat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Jokowi sudah mengevaluasi Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono kemarin. Ahok mengatakan, jika ada kelalaian, posisi Udar bisa dipindah. "Tergantung nanti evaluasinya," kata Ahok. (Baca: Pejabat Transjakarta Diperiksa Terkait Bus Cina)

    Menurut Ahok, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat DKI Jakarta terhadap bus-bus tersebut. "BPKP juga nanti turun," kata dia. Hal ini harus diselidiki agar diketahui kesalahannya di mana. (Baca: Apa Penyebab Busway Baru tapi Bekas Langsung Rusak)

    SYAILENDRA

    Berita Terkait
    Ahok Ancam Pidanakan Pelaku Perusakan BKTB
    Polisi Cokok 30 Perusak BKTB dan Sita 5 Angkot KWK
    Ahok: Warga Lebih Takut Denda daripada Mati 
    Bangun Waduk PIK, Ahok: Tanah Kemahalan 
    Busway Pembelian 2010 Diduga Juga Bekas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).