Transjakarta Sejak Awal Cium Bus Asal Cina Cacat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menunggu bus TransJakarta di Halte Grogol 12 Mei Reformasi, Jakarta, (10/11). Nama Baru Terminal-Halte Grogol Tranjakarta 12 Mei Reformasi ini dilakukan untuk mengenang peristiwa demonstrasi besar-besaran para mahasiswa pada 12 Mei 1998. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon penumpang menunggu bus TransJakarta di Halte Grogol 12 Mei Reformasi, Jakarta, (10/11). Nama Baru Terminal-Halte Grogol Tranjakarta 12 Mei Reformasi ini dilakukan untuk mengenang peristiwa demonstrasi besar-besaran para mahasiswa pada 12 Mei 1998. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Transjakarta sejak awal rupanya sudah mencium bau tak sedap terhadap bus-bus yang didatangkan dari Cina. Seorang pejabat di internal Transjakarta mengatakan perusahaannya itu sampai kini belum meneken serah terima armada bus baru tersebut. Alasannya, sejak awal bus terdeteksi bermasalah.

    "Kami sebagai operator tidak mau tanda tangan serah terima karena takut ada apa-apa," kata pejabat Transjakarta tersebut kepada Tempo, Rabu, 12 Februari 2014. Menurut dia, bus tersebut bahkan belum dilewatkan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah untuk dicatat sebagai aset. (Baca: Aneka Masalah Bus Transjakarta Baru Jokowi)

    Pejabat tadi mengatakan bus-bus tersebut datang pertama kali pada awal Januari. Saat itu, ratusan bus tersebut langsung dimasukan ke garasi Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur. (Baca:Apa Penyebab Busway Baru tapi Bekas Langsung Rusak)

    Sontak hal ini membuat kaget para pejabat Transjakarta. Mereka ogah menandatangani pernyataan resmi serah terima. "Bus jalan pun karena 'dipaksa'," ujarnya tanpa mau menyebutkan siapa yang memaksa. "Yang jelas kami hanya operator. Semua keputusan ada di Dinas Perhubungan," ujarnya. 

    Pemerintah DKI Jakarta mendatangkan 3.000 bus Tranjakarta tahun ini dari Cina. Sebagian bus itu telah tiba, tetapi diketahui sebagiannya dalam kondisi cacat. Berdasarkan penelusuran Tempo soal kondisi bus baru tersebut, fanbelt-nya mudah putus, AC sering mati atau bocor, mesin sering terlalu panas, beberapa bagian vital, seperti aki, turbo, dan radiator berkarat.

    Jokowi pun memerintahkan pemeriksaan atas pengadaan tersebut. Bahkan, Kepala Dinas Perhubungan terancam dipindah jika ditemukan ada persoalan dalam proses pengadaannya. (Baca: Soal Busway Cacat, Ahok Evaluasi Dishub)

    SYAILENDRA

    Baca juga:
    Usai 'Layani' John Weku, Feby Kontak Anggita Sari
    Ahok Girang Terima Bantuan dari Uni Eropa
    Apa Penyebab Busway Baru tapi Bekas Langsung Rusak
    Gangguan di Gambir, Ribuan 'Roker' Terlunta-lunta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.