Abu Gunung Kelud Ganggu Perjalanan Kereta Api

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengamati erupsi Genung Kelud dari desa Mbaladak, Blitar (14/3). (AP Photo/Trisnadi)

    Seorang warga mengamati erupsi Genung Kelud dari desa Mbaladak, Blitar (14/3). (AP Photo/Trisnadi)

    TEMPO.CO, JakartaLetusan Gunung Kelud di Jawa Timur tak hanya mengganggu operasi maskapai penerbangan. Ternyata sebaran abu vulkanik dari salah satu gunung berapi teraktif itu turut mengganggu perjalanan kereta dari Jakarta.

    Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Agus Komarudin mengatakan perjalanan kereta jarak jauh, terutama ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, terlambat hampir satu jam. "Soalnya kereta hanya bisa berjalan dengan kecepatan 40 kilometer per jam di tempat yang diselimuti abu," katanya ketika ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 15 Februari 2014.

    Jarak pandang masinis juga terbatas akibat adanya hujan abu. "Jarak pandangnya hanya sekitar 5-20 meter," ujar dia lagi. Salah satu efeknya terasa di perjalanan kereta Argo Anggrek rute Stasiun Gambir, Jakarta, ke Pasar Turi, Surabaya. Kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 09.30 WIB itu baru bisa berangkat pada pukul 10.00 WIB.

    Selain terlambat, tiket kereta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur juga sulit didapat. Salah satu penumpang kereta bernama Laras, 26 tahun, mengaku susah payah mendapatkan tiket menuju Surabaya. "Saya harus menunggu ada yang membatalkan perjalanan," kata Laras. Sebelumnya dia berencana pergi ke Surabaya menggunakan maskapai Citilink pada Senin pagi. Namun Laras memutuskan beralih menggunakan kereta setelah mendengar kabar gangguan penerbangan.

    Sampai saat ini PT KAI mengaku belum berencana menambah kapasitas kereta api tujuan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Setelah Gunung Kelud meletus, tingkat okupansi kereta api meningkat sekitar 10 persen. Kapasitas kereta yang biasanya hanya terisi 90 persen kini penuh. Tiket untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur malah sudah habis dipesan.

    ISMI DAMAYANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.