2 Versi Kasus Penembakan Bripka Lasmidi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan polisi

    ilustrasi penembakan polisi

    TEMPO.CO, Tangerang -Pemeriksaan awal terkait penembakan anggota Kepolisian Sektor jatiuwung Brigadir Kepala Lasmidi menerbitkan dua versi cerita berbeda. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metropolitan Tangerang, Ajun Komisaris Beasar Sutarmo, pun angkat bicara kepada Tempo, Ahad, 16 Februari 2014.

    Keterangan anggota buru sergap Polres Kota Tigaraksa menyebutkan penembakan dilakukan setelah melihat seseorang dengan senjata api di tangan melepaskan tembakan peringatan ke atas  di Jalan Gatot Subroto KM2 (-depan warteg Putri) Kelurahan Uwung Jaya Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Belakangan diketahui seorang yang menembakkan senjata api ke udara itu Bripka Lasmidi dan kawannya yang menyetop angkutan kota jurusan Cimone-Balaraja.

    "Versi polisi Tigaraksa, penembakan ke arah anggota kami setelah ada tembakan peringatan. Dia kira yang menembak itu pelaku pencurian kendaraan bermotor. Mungkin tidak mau kecolongan dengan (Bripka Lasmidi) polisi Tigaraksa menembak lebih dulu," kata Sutarmo.

    Namun versi berbeda diungkapkan anggota Buser Jatiuwung. Dalam keterangan kepada penyidik disebutkan dua orang anggota Buser Jatiuwung mengejar angkutan umum dengan kendaraan roda dua V-XION B-6504 WFD. Tepat di depan tempat kejadian perkara, setelah menyetop angkot lalu korban mengeluarkan senjata api dan melongokkan kepala ke dalam angkot.

    Anggota Polsek jatiuwung ini memastikan di dalam angkot apakah ada terduga pelaku perampasan handphone bersenjata api yang dilaporkan oleh seorang ibu-ibu penumpang angkutan umum. "Versi anggota kami, penembakan ke udara sebagai peringatan, setelah yang di dalam angkot (-polisi Tigaraksa) menembak dulu bagian dada. Anggota kemudian menembakkan ke atas seraya berteriak, 'Kami polisi!," ujar Sutarmo. (Baca juga: Kritis Kondisi Polisi yang Ditembak Polisi)

    Selain adanya dua versi penembakan, Sutarmo juga menceritakan runutan kronologis sebelum terjadinya penembakan itu. Pada waktu itu, anggota Buser Tigaraksa belakangan diketahui sebagai Aipda NBB menyetop angkot yang dikendarai Suyanto. Dia mengatakan akan menangkap pencuri kendaraan bermotor di kawasan RS Anissa, Cibodas Kota Tangerang. Di kawasan Jalan Gajah Tunggal 2, naik lagi anggota dan seorang cepu (informan). "Di dalam kendaraan itu, si cepu diminta polisi untuk memancing pelaku agar keluar dari persembunyian dengan dalih akan ada transaksi," kata Sutarmo.

    Namun dari pembicaraan telepon genggam itu, si polisi mencurigai cepu-nya. Sehingga ia merampas handphone dari genggaman cepu. "Pada saat mengambil HP itu, senjata api si polisi jatuh dan dilihat seorang ibu yang bersama-sama dalam angkutan tersebut. Si ibu ini panik dan takut kemudian melapor ke Polsek Jatiuwung. Dalam laporannya, ia mengatakan melihat seorang perampok membawa senjata api dalam angkot," kata Sutarmo.

    Mendengar laporan itu, Bripka Lasmidi dan kawannya sigap bergerak mengejar pelaku dengan sepeda motor. Kemudian angkot itu distop dan terjadilah penembakan itu. Penanganan kasus tembak-menembak antar polisi di dalam angkutan kota yang berbuntut tertembaknya Bripka Lasmidi itu kini diambil alih Polda Metro Jaya.

    AYU CIPTA

    Berita lain:
    Penembak Bripka Lasmidi Dibawa ke Polda Metro Jaya
    Polisi Tembak Polisi, Begini Komentar Atasannya
    Polisi Tembak Rekannya di Tangerang
    Polisi Periksa 6 Saksi Penembakan Polisi Gowa 
    Polri Duga Penembakan Iptu Daud Direncanakan  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.