KPK Akan Tangani Kasus Busway Bila Ada Laporan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memperhatikan Bus Transjakarta jurusan Pinang Ranti-Pluit yang ditembak orang tidak dikenal di Polda Metro Jaya, Jakarta, (11/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang petugas memperhatikan Bus Transjakarta jurusan Pinang Ranti-Pluit yang ditembak orang tidak dikenal di Polda Metro Jaya, Jakarta, (11/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi siap mengusut dugaan adanya korupsi di tubuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Syaratnya, Pemprov DKI Jakarta terlebih dulu harus secara resmi melayangkan laporan. "Silakan laporkan jika ada (dugaan korupsi)," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi S.P., Ahad, 16 Februari 2014. Ia menyatakan pihak KPK tak ragu untuk mengusut bila laporan telah dilayangkan.

    Namun sebelum melayangkan laporan, KPK perlu terlebih dulu melakukan audit terhadap proyek yang diduga bermasalah tersebut. Itu menjadi salah satu syarat agar kasus ini bisa diproses secara hukum. "Ya, perlu ada audit lebih dulu," ujarnya.

    Ia menyatakan hasil audit tersebut diserahkan beserta laporan resmi dugaan korupsi di tubuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu proyek yang diduga bermasalah di tubuh Pemprov DKI Jakarta adalah pengadaan bus gandeng untuk Transjakarta. Bus-bus yang baru dibeli tersebut diduga bukan barang gres, sesuai yang dijanjikan.

    Inspektorat Pemprov DKI Jakarta menyatakan, KPK dipersilakan untuk menangani kasus ini. "Jika ada tindak pidana, sangat bisa," ujar Kepala Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Frangky Mangatas. Saat ini pemerintah masih melakukan investigasi internal terkait dugaan korupsi dalam proyek ini.

    Dalam dua pekan terakhir merebak kabar bus-bus baru gandeng untuk Transjakarta berkendala. Bahan baku bus ditemukan berkarat, sehingga menyebabkan armada baru tersebut tak laik operasi. Proyek pengadaan sekitar 300 bus Transjakarta ini mencapai nilai Rp 848 miliar.

    Hal ini membuat Gubernur DKI Jakarta meradang dan langsung mencopot Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono. Ia dianggap bertanggung jawab atas proyek pengadaan bus-bus bermasalah ini. Posisinya kini diganti oleh mantan Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta Muhammad Akbar.

    M. ANDI PERDANA

    Baca juga:
    Abu Kelud Menyerbu ke Gerbong Kereta Bisnis

    Kunjungi Korban Kelud, Ini Kereta Ani Yudhoyono

    Pasca-erupsi Kelud, PT KAI Tidak Tambah Kereta

    Warga Yogya Semringah Abu Kelud Diguyur Hujan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.